Berita

Ilustrasi Lapas/Net

Politik

PDIP Minta Yasonna Laoly Bangun 'Bilik Asmara' Di Lapas

SENIN, 24 FEBRUARI 2020 | 21:37 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Hak seorang terpidana untuk memenuhi kebutuhan biologisnya di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) sedianya perlu diperhatikan oleh Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham).

Atas dasar itu, anggota Komisi III DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Saparudin meminta Menkumham Yasonna H Laoly untuk membuat "bilik asmara" di Lapas.

"Jadi harus disiapkan tempat mereka untuk menjalankan kebutuhan-kebutuhan itu," kata Saparuddin di sela-sela rapat kerja Komisi III dengan Menteri Hukum dan HAM Yasonna H. Laoly, di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (24/2).


Saparuddin pun sempat mempertanyakan jumlah Lapas di Indonesia yang sudah memiliki 'bilik asmara' tersebut. Selanjutnya, ia juga mempertanyakan bagaimana mekanisme penggunaan 'bilik asmara' tersebut di Lapas.

"Jangan sampai kebutuhan biologis itu juga diberikan tempat, tau-taunya bukan keluarganya, malah orang lain yang masuk. Ini saya kira harus pengawasan," tuturnya.

Menanggapi hal itu, Yasonna menyatakan bahwa fasilitas 'bilik asmara' atau umum dikenal conjugal visit sedianya tersedia di Lapas. Namun, 'bilik asmara' tersebut belum ada di seluruh Indonesia.

Kata Yasonna, 'bilik asmara' itu berbeda dengan di luar negeri.

"Di negara-negara lain sudah ada. Kami belum punya kemampuan itu," ujar Yasonna Laoly.

Lebih lanjut, Yasonna Laoly menyatakan bahwa hingga saat ini masih banyak persoalan yang lebih urgen dan bersifat klasik yang belum dapat diatasi.

Karenanya, ia belum bisa untuk menyediakan ruang khusus bagi para narapidana untuk memenuhi kebutuhan biologisnya.

"Idealnya begitu Pak, menurut hukum, tapi kami belum mempunyai tempat untuk itu," demikian Yasonna Laoly.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Kapal-kapal yang Tertinggal

Sabtu, 09 Mei 2026 | 05:55

Teriakan ‘Bapak Aing’ Sambut Kirab Milangkala Tatar Sunda

Sabtu, 09 Mei 2026 | 05:36

Kebahagiaan Mahasiswa Baru

Sabtu, 09 Mei 2026 | 05:20

Pemerintah Mestinya Terbuka soal Harga Keekonomian BBM Bersubsidi

Sabtu, 09 Mei 2026 | 04:59

Nelayan Tradisional Soroti Tiga Isu Mendesak Masyarakat Pesisir

Sabtu, 09 Mei 2026 | 04:45

ASEAN dan Tantangan Ketahanan Energi Kawasan

Sabtu, 09 Mei 2026 | 04:25

Eks Wakapolda Sulsel Jabat Kapolda Sulteng

Sabtu, 09 Mei 2026 | 03:59

KIOTEC Kunjungi Korsel Perkuat Kapasitas SDM Kelautan

Sabtu, 09 Mei 2026 | 03:40

Meritokrasi dan Integritas dalam Promosi Perwira Tinggi TNI-Polri

Sabtu, 09 Mei 2026 | 03:28

Djaka Budi Utama Belum Tentu Bersalah dalam Kasus Suap Bea Cukai

Sabtu, 09 Mei 2026 | 02:59

Selengkapnya