Berita

Prabowo Subianto dan Anies Baswedan/Net

Politik

Elektabilitas Anies Tinggi Di Generasi Z Dan Milenial, Prabowo Generasi X Dan Baby Boomers

SENIN, 24 FEBRUARI 2020 | 16:11 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Hasil lembaga survei Median turut memaparkan tingkat elektabilitas sejumlah tokoh yang berpotensi sebagai calon presiden pada Pilpres 2024 berdasarkan usia.

Direktur Eksekutif Median, Rico Marbun menjelaskan, tingkat elektabilitas tokoh berdasarkan usia dibagi menjadi empat kategori generasi.

Diantaranya, Generasi Z (tahun kelahiran 1995-2010), generasi milenial (tahun kelahiran 1981-1994), generasi X (tahun kelahiran 1961-1980), dan generasi Baby Boomers (yang lahir dibawah tahun 1960).


Hasilnya, disampaikan Rico Marbun, Anies Baswedan dan Prabowo Subianto mendapatkan tingkat elektabilitas yang cukup tinggi diantara 4 kategori tersebut.

"Generasi Z dan Milenial mengungguli Anies. Sementara generasi X dan Baby Boomers mengungguli Prabowo," ujar Rico Marbun dalam jumpa pers hasil survei Median, di Upnormal Coffee Roasters Raden Saleh, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (24/2).

Mengutip tabel persentasi survei Median yang diurai Rico Marbun, tingkat elektabilitas Anies Baswedan di kalangan generasi Z sebesar 24,6 persen, sementara Prabowo Subianto hanya sebesar 15,9 persen.

Begitupun perolehan angka elektabilitas dari generasi milenial, Anies Baswedan unggul 18,3 persen dibanding Prabowo Subianto yang hanya sebesar 15,3 persen.

Tapi, tingkat elektabilitas Prabowo Subianto tinggi di mata generasi X, yakni sebesar 21,7 persen, sementara Anies Baswedan hanya 12,3 persen. Adapun di mata generasi Baby Boomers, Prabowo masih unggul 21,9 persen, jika dibandingkan dengan Anies Baswedan yang hanya sebesar 10,4 persen.

Adapun alasan kategori ini mengungguli Anies Baswedan dan Prabowo adalah dengan melihat karakteristik kepemimpinannya.

"Misalnya yang pilih Prabowo karena tegas, berani, mampu memimpin militer. Adapun yang memilih Anies ini karena dianggap religius, dekat dengan ulama, cerdas, tutur kata bagus dan baru kinerjanya," tambah Rico Marbun.

Survei Median yang melibatkan 1.200 responden tersebar di 34 provinsi dilakukan pada rentang waktu pekan pertama dan kedua. Metode yang digunakan adalah teknik multistage random sampling dan proporsional atas populasi provinsi dan gender.

Adapun survei ini punya margin of error (moe) sebesar 2,8 persen di tingkat kepercayaan 95 persen. Quality control dilakukan terhadap 20 persen sampel yang ada.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Kapal-kapal yang Tertinggal

Sabtu, 09 Mei 2026 | 05:55

Teriakan ‘Bapak Aing’ Sambut Kirab Milangkala Tatar Sunda

Sabtu, 09 Mei 2026 | 05:36

Kebahagiaan Mahasiswa Baru

Sabtu, 09 Mei 2026 | 05:20

Pemerintah Mestinya Terbuka soal Harga Keekonomian BBM Bersubsidi

Sabtu, 09 Mei 2026 | 04:59

Nelayan Tradisional Soroti Tiga Isu Mendesak Masyarakat Pesisir

Sabtu, 09 Mei 2026 | 04:45

ASEAN dan Tantangan Ketahanan Energi Kawasan

Sabtu, 09 Mei 2026 | 04:25

Eks Wakapolda Sulsel Jabat Kapolda Sulteng

Sabtu, 09 Mei 2026 | 03:59

KIOTEC Kunjungi Korsel Perkuat Kapasitas SDM Kelautan

Sabtu, 09 Mei 2026 | 03:40

Meritokrasi dan Integritas dalam Promosi Perwira Tinggi TNI-Polri

Sabtu, 09 Mei 2026 | 03:28

Djaka Budi Utama Belum Tentu Bersalah dalam Kasus Suap Bea Cukai

Sabtu, 09 Mei 2026 | 02:59

Selengkapnya