Berita

Foto:Repro

Politik

Survei Median: Jika Prabowo Tidak Maju, Anies, Sandi, Dan AHY Calon Kuat Capres

SENIN, 24 FEBRUARI 2020 | 15:22 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Survei Media Nasional (Median) menyebutkan salah satu yang menarik dari hasil surveinya hari ini, yakni prediksi calon presiden terkuat selain Prabowo Subianto.

Dalam pemaparannya, Direktur Eksekutif Median, Rico Marbun mengatakan, pihaknya memberikan satu pertanyaan ke respondennya.

"Pertanyaannya, kalau Prabowo Subianto satu dan lain hal memutuskan tidak maju jadi capres 2024, limpahan suaranya kemana?" ungkap Rico Marbun dalam jumpa pers hasil survei Median, di Upnormal Coffee Roasters Raden Saleh, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (24/2).


Hasilnya, Median mendapatkan tiga nama tokoh dengan perolehan tingkat elektabilitas teratas.

Diantaranya, disebutkan Rico Marbun, pertama Anis Baswedan sebesar 18 persen, kedua Sandiaga Uno 17,7 Persen dan Agus Harimurthi Yudhoyono (AHY) 9,7 persen.

"Jadi disini kita lihat kalau Pak Prabowo tidak maju, kesimpulan sementara," kata Rico Marbun.

Berikut survei 10 besar elektabilitas capres tanpa Prabowo: Anies Baswedan (18 persen), Sandiaga Uno ( 17,7), AHY (9,7 persen), Ridwan Kamil (6,8 persen), Ganjar Pranowo (6,3 persen), Khofifah Indar Parawansa (6,3 persen), Tri Rismaharani (3,9 persen), Mahfud MD (2,6 persen), Gatot Nurmantyo (2,6 persen), dan Eric Thohir (2,1 persen).

Sebagai informasi, survei yang dilakukan Median ini dilakukan dalam rentang waktu pekan perrama dam kedua bulan Februari 2020.

Survei ini melibatkan 1.200 responden, dimana populasi survei adalah seluruh warga yang memiliki hak pilih dan tersebar di 34 provinsi. Metode yang digunakan adalah teknik multistage random sampling dan proporsional atas populasi provinsi dan gender.

Adapun survei ini punya margin of error (moe) sebesar 2,8 persen di tingkat kepercayaan 95 persen. Quality control dilakukan terhadap 20 persen sampel yang ada.

Demografi responden ada di tingkat desa 51,9 persen dan kota 48,1 persen. Responden beragama islam 88,4 persen, katolik 2,6 persen, protestan 7,3 persen, dan hindu 1,7 persen.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

Menhan Sjafrie-Dubes Maroko Bahas Penguatan Kerja Sama Pertahanan Indonesia

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:11

Kompensasi Uang Bau TPST Bantar Gebang Molor

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:01

DJP: Sistem Sudah Siap Pungut Pajak Pedagang Online Mulai 1 Juli

Rabu, 01 Juli 2026 | 03:25

GMNI Dorong Efisiensi APBN Berorientasi Kesejahteraan

Rabu, 01 Juli 2026 | 03:12

CBA Ancam Laporkan KPK ke Dewas soal Suap Impor Bea Cukai

Rabu, 01 Juli 2026 | 03:00

Der Panzer Rontok, Bangsa yang Pernah Hampir Punah Justru Melaju

Rabu, 01 Juli 2026 | 02:34

Erling Haaland Bawa Norwegia Tantang Brasil

Rabu, 01 Juli 2026 | 02:22

Ini Alasan Upacara Hari Bhayangkara Digelar di Satlat Brimob Polri Cikeas

Rabu, 01 Juli 2026 | 02:00

Sanksi Partai Tak Bisa Gantikan Proses Hukum Kasus Dokter Icha

Rabu, 01 Juli 2026 | 01:41

Selengkapnya