Berita

Fahri Hamzah/Net

Politik

Tips Dari Fahri Hamzah Untuk Berantas Korupsi

SENIN, 24 FEBRUARI 2020 | 08:22 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Pada dasarnya, korupsi merupakan hal yang mudah dihilangkan. Ilmu pemberantasan korupsi itu sudah ada ratusan tahun di negara maju hingga di Asia dan Afrika. Hanya saja, pemberantasannya tidak boleh sradak sruduk.  

“Tapi kalau ada orang kesulitan ya kita doakan dan kalau diberi amanah berantas korupsi ya diselesaikan. Jangan malah dirayakan keberadaannya dan dijadikan modal bikin keributa,” terang mantan Wakil Ketua DPR RI itu dalam akun Twitter pribadi sesaat lalu, Senin (24/2).

Soal KPK, Fahri menjelaskan bahwa layaknya badan eksekutif yang bekerja dengan waktu terbatas, KPK sebagai lembaga adhoc juga demikian. Sebab uang yang dipakai bekerja menuntaskan pekerjaanya diambil dari keringat dan jerih payah rakyat, dari pajak hasil bumi dan kekayaan negara.


“Jadi jangan dikasi amanah malah bikin ribut dan masalah nggak diselesaikan,” ujarnya.

Menurutnya, eksekutif negara yang punya kewenangan dan waktu terbatas harus memberikan jangka waktu kapan suatu masalah akan diselesaikan. Jika tidak, maka setiap lima tahun masalah rakyat hanya akan menjadi janji kampanye baru.

“Ini tragedi yang tidak boleh terjadi,” tegas Fahri Hamzah.

Kembali ke korupsi. Fahri Hamzah menegaskan bahwa korupsi adalah sifat penyakit yang berasal dari dalam organisasi negara, yang menimpa pemimpin dan birokrasinya. Maka dari itu, jika korupsi tidak hilang, maka sama saja rakyat hanya sedang menyaksikan pesta pora para pemimpinnya saja.

“Biaya makin mahal, hasil makin minimal,” sambungnya.

Atas alasan itu, Fahri memberikan tips pemberantasan korupsi, yaitu dengan menciptakan sistem yang baik dan benar.

“Ciptakan sistem anti korupsi yang memungkinkan semua orang melihat kebersihan bagai mata air segar yang mengalir dari dalam pemerintahan, jernih dan bersih,” lanjut Fahri Hamzah.

Menurutnya, jika itu terjadi, maka semua akan menjadi baik pada waktu yang tak terlalu lama. Mata air yang bersih akan membasuh jiwa, akal pikiran, dan tubuh bangsa dan rakyat Indonesia menjadi juara.

“Menjadi rahmat alam semesta, menjadi cikal bakal peradaban mulia di mulai di nusantara,” tutupnya.

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Prabowo Diminta Tindak Tegas Kelompok yang Masih Persoalkan Hasil Pilpres 2024

Selasa, 22 September 2026 | 23:16

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Nasib Pengalihan Utang Whoosh Tak Jelas, Ini Penjelasan Wamenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 22:20

Ombudsman Soroti Masa Sanggah Data Rumah Rusak Gempa NTT Terlalu Singkat

Jumat, 02 Oktober 2026 | 21:55

KPK Dalami Pengurusan HGB PT Bela Parahiyangan hingga ke Pusat

Jumat, 02 Oktober 2026 | 21:36

Rafyq Pandjaitan Terpilih Ketua KWP, Ariawan Titip Pesan Ini

Jumat, 02 Oktober 2026 | 20:50

KBRI Singapura Tak Punya Dokumen Pendidikan Gibran

Jumat, 02 Oktober 2026 | 20:20

Jenderal Sigit jadi Bidak Benteng dalam Catur Pemerintahan Prabowo

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:57

Hatta Rajasa Pastikan Wantimpres Beri Nasihat Berkualitas untuk Presiden

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:44

Kapolri Berganti, Jenderal Sigit Serahkan Panji Tribrata ke Jenderal Suyudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:40

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Bersama UI, Peradi Profesional Bidik Pendidikan Advokat Lebih Berkualitas

Jumat, 02 Oktober 2026 | 18:51

Selengkapnya