Berita

Ratu Tatu Chasanah/Net

Politik

Disebut Kalah Populer Dari Calon Penantang, Bupati Serang Hanya Tersenyum

MINGGU, 23 FEBRUARI 2020 | 00:21 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Hasil lembaga survei Rilis Data Indonesia (RDI) yang menyebut popularitas bakal calon Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah kalah dari penantangnya, Eki Baihaki, ditanggapi santai oleh sang petahana.

Ratu Tatu hanya tersenyum saat disinggung oleh media soal hasil survei tersebut. Menurut Ratu Tatu, hasil survei yang dikeluarkan oleh Rilis Data Indonesia (RDI) itu biasa saja.

Menurut Tatu, partai politik berhak melakukan survei untuk kepentingan pelaksanaan Pilkada 2020.


"Setiap partai melakukan survei. PDIP, Demokrat, Golkar, dan lainnya melakukan survei. Tinggal dilihat hasilnya. Semua sah-sah saja," katanya setelah menyerahkan berkas pendaftaran di Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Serang, Jumat (21/2).

Tatu menjelaskan, pengalamannya selama pelaksanaan Pilkada, hasil dari setiap lembaga survei tidak akan jauh berbeda.

"Dari semua survei itu biasanya pengalaman saya dari Pilkada ke Pilkada selisihnya tidak terlalu jauh. Seperti halnya survei Golkar dengan PDI-P, dari lembaga survei yang berbeda hasilnya sangat mirip," pungkasnya, dikutip Kantor Berita RMOLBanten.

Sebelumnya survei Opini Publik Rilis Data Indonesia (RDI) menyatakan popularitas bakal calon (Bacalon) Bupati Serang Eki Baihaki mengalahkan petahana Ratu Tatu Chasanah.

Dalam survei tersebut popularitas Eki Baihaki mendapatkan 34,4 persen, diikuti Ratu Tatu Chasanah dengan perolehan 21,4 persen. Kemudian di posisi berikutnya ada nama Ida Rosida dengan 19,6 persen.

Hal itu disampaikan pendiri Rilis Data Indonesia (RDI) Surya Anom dalam rilis hasil survei surveinya di Pilkada Kabupaten Serang, Kamis (20/2).

"Popularitas Eki tinggi karena masih ada faktor ATN (Ahmad Taufik Nuriman) dan ini terjadi di daerah timur. Sementara untuk daerah Ciomas, Padarincang yang tinggi itu Ida Farida sementara petahana Ratu Tatu di Serang Timur dan Serang Selatan ada semua walaupun tidak signifikan," terang Surya Anom.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Kapal-kapal yang Tertinggal

Sabtu, 09 Mei 2026 | 05:55

Teriakan ‘Bapak Aing’ Sambut Kirab Milangkala Tatar Sunda

Sabtu, 09 Mei 2026 | 05:36

Kebahagiaan Mahasiswa Baru

Sabtu, 09 Mei 2026 | 05:20

Pemerintah Mestinya Terbuka soal Harga Keekonomian BBM Bersubsidi

Sabtu, 09 Mei 2026 | 04:59

Nelayan Tradisional Soroti Tiga Isu Mendesak Masyarakat Pesisir

Sabtu, 09 Mei 2026 | 04:45

ASEAN dan Tantangan Ketahanan Energi Kawasan

Sabtu, 09 Mei 2026 | 04:25

Eks Wakapolda Sulsel Jabat Kapolda Sulteng

Sabtu, 09 Mei 2026 | 03:59

KIOTEC Kunjungi Korsel Perkuat Kapasitas SDM Kelautan

Sabtu, 09 Mei 2026 | 03:40

Meritokrasi dan Integritas dalam Promosi Perwira Tinggi TNI-Polri

Sabtu, 09 Mei 2026 | 03:28

Djaka Budi Utama Belum Tentu Bersalah dalam Kasus Suap Bea Cukai

Sabtu, 09 Mei 2026 | 02:59

Selengkapnya