Foto:RMOL
Foto:RMOL
Pasalnya, dalam pasal itu disinyalir ada upaya sentralisasi kekuasaan, dimana Peraturan Pemerintah (PP) bisa mengubah aturan lainnya hingga Undang Undang (UU).
Demikian disampaikan pakar hukum dari Sekolah Jentera, Bivitri Susanti di sela-sela serial diskusi bertajuk "Mengapa Galau pada Omnibus Law?" di Pizza Kayu Api, The Maj, Senayan, Jakarta, Sabtu (22/2).
Populer
Senin, 05 Januari 2026 | 16:47
Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37
Senin, 29 Desember 2025 | 00:40
Senin, 29 Desember 2025 | 01:10
Senin, 29 Desember 2025 | 08:40
Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13
Senin, 29 Desember 2025 | 13:09
UPDATE
Kamis, 08 Januari 2026 | 10:16
Kamis, 08 Januari 2026 | 10:03
Kamis, 08 Januari 2026 | 09:50
Kamis, 08 Januari 2026 | 09:36
Kamis, 08 Januari 2026 | 09:28
Kamis, 08 Januari 2026 | 09:27
Kamis, 08 Januari 2026 | 09:27
Kamis, 08 Januari 2026 | 09:21
Kamis, 08 Januari 2026 | 09:13
Kamis, 08 Januari 2026 | 09:11