Berita

Ilustrasi Penerbangan/Net

Dunia

Wabah Virus Corona, Maskapai di Asia Pasifik Rugi 27,8 Miliar Dolar

SABTU, 22 FEBRUARI 2020 | 09:53 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Maskapai penerbangan di wilayah Asia-Pasifik diperkirakan kehilangan pendapatan sekitar 27,8 miliar dolar pada tahun ini akibat wabah virus corona atau covid-19.

Hal itu dikatakan International Air Transport Association (Asosiasi Transportasi Udara Internasional/IATA) dalam keterangan resminya. Penurunan jumlah penumpang mencapai 13 persen dalam tahun ini, karena kehilangan penumpang asal China.

"Ini akan menjadi tahun yang sangat sulit bagi maskapai penerbangan," kata CEO IATA Alexandre de Juniac dalam sebuah pernyataan, melansir Channel News Asia, Jumat (21/2).


"Terutama untuk memangkas kapasitas dan dalam beberapa kasus rute. Biaya bahan bakar yang lebih rendah akan membantu mengimbangi sebagian dari pendapatan yang hilang. Ini akan menjadi tahun yang sangat sulit bagi maskapai penerbangan," ujar Juniac lagi.

Wabah virus corona ini hampir sama seperti wabah SARS, menurutnya.  

"Ditandai oleh periode enam bulan dengan penurunan tajam diikuti oleh pemulihan yang sama cepatnya," ujar Juniac.

Penurunan penumpang yang drastis ini baru kembali terjadi sejak krisis keuangan 2008-2009, kata De Juniac.

Maskapai penerbangan di pasar domestik China diperkirakan kehilangan pendapatan sekitar 12,8 miliar dolar dan operator di luar kawasan Asia-Pasifik diperkirakan akan menderita kerugian 1,5 miliar dolat.

IATA menghitung, jika virus menyebar lebih luas, maka dampak pada maskapai di daerah lain juga akan lebih besar.

IATA sebelumnya memperkirakan maskapai penerbangan Asia-Pasifik akan mencatat pertumbuhan 4,8 persen tahun ini, tetapi kondisi sebaliknya yang terjadi, karena mereka berkontraksi 8,2 persen.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Tumbuhkan Mimpi Puluhan Anak Nelayan Cilincing Lewat Nobar Film

Senin, 14 September 2026 | 03:18

Sejumlah Alutsista TNI Gercep Sisir Korban KM Virgo Transport 8

Senin, 14 September 2026 | 02:55

Kesehatan di Tepi Republik

Senin, 14 September 2026 | 02:29

Ekonomi Batam Tumbuh 7,28 Persen Bukti Kepercayaan Dunia Usaha Terus Menguat

Senin, 14 September 2026 | 01:54

Terpilih jadi Ketum HPK Kosgoro 1957, Eric Hermawan Langsung Tancap Gas Konsolidasi

Senin, 14 September 2026 | 01:24

Abu Vulkanik Berbahaya bagi Air dan Ikan, Begini Penjelasannya

Senin, 14 September 2026 | 00:55

KDM Dinilai Lebih Utamakan Pencitraan Ketimbang Solusi Defisit APBD Jabar

Senin, 14 September 2026 | 00:33

Menuju HUT ke-81, Panglima TNI Buka Rangkaian 72 Lomba Open Turnamen

Senin, 14 September 2026 | 00:11

SOKSI Siap Tempuh Jalur Hukum Gugat 'Bocor Alus Tempo'

Minggu, 13 September 2026 | 23:48

Asta Cita, Zakat, dan Jalan Baru Mengentaskan Kemiskinan

Minggu, 13 September 2026 | 23:24

Selengkapnya