Berita

Rusdi Kirana/RMOL

Publika

Kritik Pedas Rusdi Kirana Pada Pemerintahan Jokowi Soal Harga Avtur Berbeda-beda

JUMAT, 21 FEBRUARI 2020 | 18:49 WIB | OLEH: SALAMUDDIN DAENG

KRITIKAN Rusdi kirana pemilik Lion Air terkait harga avtur yang berbeda antarwilayah di Indonesia, merupakan kritik pedas kepada pemerintah Jokowi, pada Pertamina, termasuk pada komisaris baru Pertamina, Basuki Tjahaja Purnama, sosok kepercayaan Jokowi yang sekarang memegang jabatan penting sebagai perwakilan pemerintah di Pertamina.

Rusdi Kirana mempertanyakan harga avtur, kok bisa berbeda-beda. Ini yang membuat industri penerbangan kehilangan ruang gerak dan tiket menjadi mahal. Meski kritik ini mesti diuji kebenarannya, benarkah tiket mahal karena harga avtur yang mahal dan berbeda beda antarwilayah di tanah air?

Meskipun harga avtur sangat berkait erat dengan hajat hidup orang banyak, yakni transportasi udara, namun Avtur memang bukan barang subsidi. Harga avtur dilepaskan oleh pemerintah sesuai mekanisme pasar. Jadi penjual dan pembeli bersepakat mengenai harga ini tanpa intervensi pemerintah.


Avtur memang diperlakukan berbeda dengan solar yang hingga saat ini masih disubsidi sangat besar oleh pemerintah. Solar harganya ditetapkan oleh pemerintah dan berlaku sama di seluruh Republik Indonesia. Sementra solar dan avtur sama sama merupakan pelayanan terhadap kebutuhan dasar publik, yakni sektor transportasi.

Polemik harga avtur ini sudah berlangsung lama, sampai sekarang belum ada solusi kongkret dari pemerintah. Sementara Pertamina menjadi bulan-bulanan kritik, baik dari kalangan pengusaha sektor penerbangan, BUMN penerbangan, maupun oleh pemerintah sendiri. Memang terdengar aneh, karena seharusnya masalah ini dapat dicari jalan keluarnya oleh pemerintah.

Caranya adalah dengan melakukan subsidi avtur, sama dengan subsidi bahan bakar solar. Mengapa karena yang menggunakan transportasi udara sekarang bukan hanya orang kaya, namun juga orang miskin. Sehingga harus ada campur tangan pemerintah untuk mengatur harga avtur dan juga tiket pesawat nantinya.

Untuk dapat menetapkan harga avtur, maka pemerintah harus melakukan subsidi sebagai pengganti atas biaya angkut khususnya dan biaya-biaya lain yang dikeluarkan Pertamina dalam menyalurkan avtur ke seluruh bandara sampai di wilayan paling jauh. Selisih antara harga keekonomian dengan harga jual avtur di berbagai wilayan harus diganti oleh pemerintah dalam bentuk subsidi avtur.

Dengan demikian pertengkaran antara pemilik maskapai, BUMN penerbangan dengan pemerintah dapat diakhiri.

Penulis adalah peneliti dari Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI)

Populer

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

Rusia dan China akan Dukung Iran dari Belakang Layar

Minggu, 01 Maret 2026 | 04:20

Kecelakaan Moge di Kulon Progo, Istri Bos Rokok HS Meninggal

Senin, 02 Maret 2026 | 18:54

KAI Wisata Hadirkan Kereta Panoramic Rute Jakarta–Yogyakarta dan Solo

Sabtu, 28 Februari 2026 | 15:37

PKB Kutuk Pembunuhan Ali Khamenei dan Desak PBB Jatuhkan Sanksi ke Israel-AS

Minggu, 01 Maret 2026 | 18:07

UPDATE

Purbaya Soal THR Swasta Kena Pajak: Protes ke Bos Jangan ke Pemerintah

Sabtu, 07 Maret 2026 | 17:35

Immoderma Clinic Hadirkan Remee Pro, Teknologi Baru Injector Skinbooster

Sabtu, 07 Maret 2026 | 17:28

Keterlibatan di BoP, Indonesia Jangan Terjebak Langgam Donald Trump

Sabtu, 07 Maret 2026 | 16:54

Ketika Risiko Bisnis Dipidanakan

Sabtu, 07 Maret 2026 | 16:19

Digelar di Palu, Muswil DPW PPP Sulteng Lancar dan Sesuai Konstitusi

Sabtu, 07 Maret 2026 | 15:35

Komisi I DPR: Pemerintah Harus Konsisten Jalankan Politik Luar Negeri Bebas Aktif

Sabtu, 07 Maret 2026 | 15:13

Maskapai Saudia Mulai Buka Penerbangan Tujuan Dubai

Sabtu, 07 Maret 2026 | 14:59

Perempuan Bangsa Soroti Keselamatan Anak dan Lansia Saat Mudik

Sabtu, 07 Maret 2026 | 14:44

Purbaya Sudah Cairkan THR Pensiunan Rp11,4 Triliun, ASN Pusat Baru Rp3 Triliun

Sabtu, 07 Maret 2026 | 14:26

Pendapatan PGAS Naik Jadi 3,98 Miliar Dolar AS di 2025

Sabtu, 07 Maret 2026 | 14:07

Selengkapnya