Berita

Perdana Menteri Scott Morrison/Net

Dunia

Negara Lain Sibuk Bentengi Corona, Australia Pilih Perkuat Pertahanan Militer

JUMAT, 21 FEBRUARI 2020 | 14:55 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Di saat negara-negara lain tengah disibukkan dengan pandemik yang diakibatkan virus corona baru (Covid-19), Australia justru akan memperkuat pertahanan militernya.

Dalam pengumuman yang disampaikan Perdana Menteri Scott Morrison pada Jumat (21/2), pemerintah akan menggelontorkan dana sebesar 1,1 miliar dolar Australia atau Rp 10 triliun (Rp 9.132/dolar Australia) untuk meningkatkan pengembangan alutsista.

Dimuat Reuters, pangkalan militer di teritorial utara Australia, Katherine nantinya akan dijadikan sarang bagi F-35 saat modernisasi selesai pada 2027. Dana tersebut juga akan digunakan untuk membiayai 1.250 tentara Amerika Serikat yang ditempatkan di utara Australia.


"Ini akan menjadi bagian integral dari aliansi kami dengan Amerika Serikat, dan (akan) meningkatkan jangkauan kemampuan Angkatan Udara di Indo-Pasifik," lanjut Morrison.

Sementara itu, kepada wartawan saat di Katherine, Morrison menyanggah pembangunan militer tersebut ditujukan untuk China meski kedua negara tersebut memiliki hubungan bilateral yang memburuk.

Dalam sejarahnya, Australia dianggap memiliki pengaruh besar dan hampir tidak terkendali di Pasifik. Hubungannya yang kuat dengan AS dan Inggris membuat negara-negara di kawasan itu segan pada negeri kangguru tersebut.

Namun, beberapa tahun terakhir, pengaruh itu mulai luntur seiring dengan munculnya China sebagai suatu kekuatan baru. Australia menuding China telah menggunakan bantuan ekonomi untuk memperluas pengaruhnya di kawasan.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

KPK Panggil Bos Rokok HS di Kasus Suap Cukai

Kamis, 02 April 2026 | 10:39

UPDATE

SBY Desak PBB Investigasi Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 12:15

Bansos Kunci Redam Gejolak Jika BBM Naik

Minggu, 05 April 2026 | 11:34

Episode Ijazah Jokowi Tak Kunjung Usai

Minggu, 05 April 2026 | 11:20

Indonesia Jangan Diam Atas Kebijakan Kejam Israel

Minggu, 05 April 2026 | 11:08

KPK Buka Peluang Panggil Forkopimda di Skandal THR Cilacap

Minggu, 05 April 2026 | 10:31

Drone Iran Hantam Kompleks Pemerintahan dan Energi Kuwait

Minggu, 05 April 2026 | 10:20

Krisis Global Momentum Perkuat Kemandirian Pangan Nasional

Minggu, 05 April 2026 | 10:14

UU Hukuman Mati Israel untuk Tahanan Palestina Mengarah ke Genosida

Minggu, 05 April 2026 | 09:43

Trump Ancam Iran Buka Selat Hormuz dalam 48 Jam atau Hadapi Konsekuensi

Minggu, 05 April 2026 | 09:33

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Selengkapnya