Berita

Sri Mulyani/Net

Politik

Minuman Berpemanis Bakal Kena Cukai, Ekonom: Ujungnya Pertumbuhan Ekonomi Tertekan

JUMAT, 21 FEBRUARI 2020 | 01:55 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Menteri Keuangan, Sri Mulyani mengusulkan pemberlakuan cukai untuk minuman berpemanis.

Adapun minuman yang akan dikenakan cukai yakni minuman siap konsumsi dan konsentrat yang dijual eceran, termasuk kemasaan kopi susu.

Menkeu beralasan, cukai tersebut semata-mata diusulkan atas dasar kesehatan. Khususnya, penyakit diabetes yang erat kaitannya dengan pemanis atau gula.


Dasar kesehatan tersebut diakui merujuk pada data tahun 2007 yang ia pegang, di mana jumlah penderita diabetes masyarakat usia 15 ke atas mencapai 1,1 persen penduduk Indonesia.

Jumlah tersebut, jelas Sri, meningkat sebanyak 2 persen di tahun 2018. Hal itu berpengaruh pada pembiayaan BPJS Kesehatan untuk perawatan pasien diabetes.

Menyikapi hal tersebut, pakar ekonomi CORE, Piter Abdullah menyampaikan, rencana tersebut akan berdampak negatif pada pertumbuhan ekonomi dan laju inflasi

“Kebijakan menaikkan cukai minuman menurut daya tidak tepat waktu dan berdampak negatif terhadap inflasi, menggerus daya beli. Ujungnya konsumsi dan pertumbuhan ekonomi bisa semakin tertekan,” ujar Piter kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (20/2).

Selain itu, kata Piter, langkah menaikkan cukai minuman berpemanis patut diduga sebagai cara untuk mengantisipasi tidak tercapainya penerimaan pajak.

“Kebijakan ini saya Kira untuk mengantisipasi tidak tercapainya penerimaan pajak. Sehingga pemerintah berusaha meningkatkan penerimaan cukai. Padahal tujuan dari cukai adalah pengendalian bukan penerimaan,” tandasnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya