Berita

Ketua Umum IDI Daeng M. Faqih/RMOL

Kesehatan

IDI Minta Pemerintah Sisir Potensi Penyebaran Virus Corona Hingga Tingkat Desa

KAMIS, 20 FEBRUARI 2020 | 20:48 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Ikatan Dokter Indonesia atau IDI masih belum puas dengan penanganan yang dilakukan oleh pemerintah dalam hal pencegahan masuknya virus corona atau Covid-19.

Hal itu diperlihatkan IDI lewat proses pencegahan di pintu masuk manusia di bandara, pelabuhan, hingga perbatasan. Dimana, alat yang digunakan untuk mendeteksi seseorang yang terjangkit, yaitu thermal scanner belum efektif.

"Deteksinya itu hanya thermal (suhu tubuh), kalau di bawah 38 dinyatakan lolos lewat, persoalannya (masa) inkubasi penyakit ini adalah 14 hari (berdasarkan ketentuan WHO)" kata Ketua Umum IDI Daeng M. Faqih dalam diskusi bertajuk 'Wabah Corona, Apa dan Bagaimana?' di Kantir CDCC, Jalan Warung Jati Timur No. 7, Jakarta Selatan, Kamis (20/2).


"Seandainya dia baru dinfeksi hari ini, sementara dia melewati detektor itu hari kelima (yang lalu) belom muncul gejalanya. Ya mungkin tidak terdeteksi, mungkin dia akan muncul gejala setelah hari ke sepuluh misalnya," sambungnya.

Apalagi, lanjut Daeng M. Faqih, perkembangan wabah kasus virus Covid-19 ini masih terus bertambah. Artinya, langkah antisipatif pemerintah harus lebih diperketat.

Salah satu cara yang menurut Daeng M. Faqih efektif adalah melakukan cek kesehatan hingga ke tingkat desa. Penyisiran itu bisa dilakukan pemerintah dengan memberikan perintah kepada pejabat di daerah.

"Pemerintah ini mampu, karena punya puskesmas di seluruh kecamatan. Kalau bisa melakukan aktif deteksi dini. Kawan-kawan Puskesmas ini bisa, karena penyakit-penyakit lain pun bisa," kata Daeng M. Faqih.

"Kalau pelacakan kasus memang tidak bisa, karena kasusnya belum ada," tambahnya.

Populer

Malaysia Jadi Negara Pertama yang Keluar dari Perjanjian Dagang AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:18

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Pemudik Sebaiknya Perhatikan Enam Pesan Ini

Minggu, 15 Maret 2026 | 03:11

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Rismon Dituding Bohong soal Ijazah Jokowi

Minggu, 15 Maret 2026 | 05:04

UPDATE

Bahaya Framing, Publik Jangan Mudah Diadu Domba di Kasus Andrie Yunus

Selasa, 24 Maret 2026 | 19:36

Memahami Trust: Energi yang Hilang

Selasa, 24 Maret 2026 | 19:22

Kapolri Imbau Masyarakat Manfaatkan WFA Jelang Puncak Arus Balik Mudik

Selasa, 24 Maret 2026 | 19:19

Penjualan Tiket KA Jarak Jauh Tembus 101 Persen Saat Libur Lebaran

Selasa, 24 Maret 2026 | 18:45

Polri: Arus Balik Mudik ke Jakarta Meningkat hingga 73 Persen

Selasa, 24 Maret 2026 | 18:29

Badko HMI Jabar Diteror Usai Bahas Aktor Intelektual Kasus Andrie Yunus

Selasa, 24 Maret 2026 | 17:51

Hari ke-12 Operasi Ketupat: Jumlah Kecelakaan 198, Meninggal 18

Selasa, 24 Maret 2026 | 17:01

Mengapa Harga iPhone 15 Tiba-Tiba Melambung Naik Jutaan Rupiah?

Selasa, 24 Maret 2026 | 16:46

Kembali ke KPK, Yaqut: Alhamdulillah Bisa Sungkem

Selasa, 24 Maret 2026 | 16:28

Apa Itu Post Holiday Syndrome Usai Lebaran 2026? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Selasa, 24 Maret 2026 | 16:18

Selengkapnya