Berita

Ekonom senior DR. Rizal Ramli/Net

Politik

Solusi Rizal Ramli Untuk Keprihatinan Jokowi Pada Industri Baja Nasional

KAMIS, 20 FEBRUARI 2020 | 12:58 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Persoalan dalam industri baja nasional tidak boleh dianggap remeh oleh pemerintah. Sebab dampak dari impor baja turut memicu defisit transaksi berjalan yang kian melebar.

Begitu peringatan ekonom senior DR. Rizal Ramli menanggapi keprihatinan Presiden Joko Widodo atas besarnya impor baja yang masuk ke Indonesia. Disebutkan Jokowi bahwa baja masuk dalam urutan ketiga terbesar dalam daftar impor.

Jokowi juga sadar impor baja takan merugikan industri nasional dan memicu defisit transaksi berjalan.


Jauh hari sebelum Jokowi menyampaikan keprihatinan itu di rapat kabinet terbatas, Kantor Presiden, Rabu (12/2), Rizal Ramlu sudah memberi peringatan soal hal ini.

Tepatnya pada Oktober 2018, mantan anggota tim panel ekonomi PBB itu mewanti-wanti bahwa lonjakan impor baja tidak saja membuat defisit transaksi berjalan kian melebar, tapi juga menyulitkan usaha industri baja nasional.

RR, sapaan akrabnya, sudah memprediksi jika sudah sulit, kenaikan pengangguran serta masalah sosial yang mengikutinya, tinggal menunggu giliran. Karena itu, kata Rizal, harus ada terobosan yang memadai.

Menteri Koordinator Perekonomian era Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) itu pun sempat mengusulkan sejumlah langkah yang bisa ditempuh tim ekonomi pemerintah.

"Pertama, memanfaatkan kedekatan dengan China, dengan melobi pemimpin negara itu. Poin kita jelas. Kurangi ekspor baja mereka ke sini,” ujar Rizal Ramli mengulangi apa yang pernah disampaikannya satu setengah tahun yang lalu itu, kepada wartawan, Kamis (20/2).

Dalam lobi itu, sambungnya, pemerintah juga harus tegas bahwa ekonomi Indonesia sedang sempoyongan, dan China bisa ikut kena getah juga.

“Dan jika cara negosiasi itu seperti memukul angin alias sia-sia belaka, harus pikirkan cara lain yang lebih bergigi," ujarnya.

Kedua, sambung Rizal Ramli, pemerintah harus menerapkan kebijakan anti dumping. Dalam hal ini, Indonesia harus menetapkan tarif bea masuk 25 persen untuk impor baja dan segala turunannya.

"Dengan tarif bea masuk 25 persen itu, pasar akan kembali sehat. Harga jadi kompetitif. Ekonomis bagi industri baja dalam negeri. Mereka bisa bersaing, produksi bisa naik, dan tentu saja bisa membukukan keuntungan," katanya.

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Prabowo Diminta Tindak Tegas Kelompok yang Masih Persoalkan Hasil Pilpres 2024

Selasa, 22 September 2026 | 23:16

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Nasib Pengalihan Utang Whoosh Tak Jelas, Ini Penjelasan Wamenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 22:20

Ombudsman Soroti Masa Sanggah Data Rumah Rusak Gempa NTT Terlalu Singkat

Jumat, 02 Oktober 2026 | 21:55

KPK Dalami Pengurusan HGB PT Bela Parahiyangan hingga ke Pusat

Jumat, 02 Oktober 2026 | 21:36

Rafyq Pandjaitan Terpilih Ketua KWP, Ariawan Titip Pesan Ini

Jumat, 02 Oktober 2026 | 20:50

KBRI Singapura Tak Punya Dokumen Pendidikan Gibran

Jumat, 02 Oktober 2026 | 20:20

Jenderal Sigit jadi Bidak Benteng dalam Catur Pemerintahan Prabowo

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:57

Hatta Rajasa Pastikan Wantimpres Beri Nasihat Berkualitas untuk Presiden

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:44

Kapolri Berganti, Jenderal Sigit Serahkan Panji Tribrata ke Jenderal Suyudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:40

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Bersama UI, Peradi Profesional Bidik Pendidikan Advokat Lebih Berkualitas

Jumat, 02 Oktober 2026 | 18:51

Selengkapnya