Berita

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto saat memberi pengarahan prajurit TNI-Polri dan tokoh masyarakat serta tokoh agama di Base Ops Lanud Silas Papare, Jayapura, Papua/Istimewa

Pertahanan

Panglima TNI: Evakuasi Heli Mi-17 Tak Mudah, Butuh Profesionalitas Dan Skill

SELASA, 18 FEBRUARI 2020 | 21:22 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Proses evakuasi terhadap korban Heli Mi-17 di Pegunungan Bintang, Papua diakui tidak mudah dilakukan lantaran berada di ketinggian lebih dari 12.000 ft dengan kemiringan sampai dengan 90 derajat.

"Butuh suatu profesional, skill dan tekad untuk melaksanakan evakuasi," kata Panglima Marsekal Hadi Tjahjanto saat memberi pengarahan prajurit TNI-Polri dan tokoh masyarakat serta tokoh agama di Base Ops Lanud Silas Papare, Jayapura, Papua, Selasa (18/2).

Pengarahan tersebut juga dilakukan setelah upacara pemberangkatan empat jenazah korban kecelakan jatuhnya pesawat Heli Mi-17 di pegunungan Bintang.


Dengan bantuan beberapa tokoh masyarakat, proses pencarian yang dilakukan TNI AD dalam misi operasi militer selain perang (OMSP) akhirnya selesai di bulan ke delapan usai pesawat Helikopter Mi-17 yang mengangkut 12 orang dinyatakan hilang kontak pada 28 Juni 2019.

Dalam kesempatan tersebut, Marsekal Hadi pun menyampaikan rasa bangganya dan berterima kasih kepada seluruh prajurit TNI, terutama prajurit dari Batalyon Raider 751/Vira Jaya Sakti dan kru helikopter, personel Polri serta tokoh masyarakat, tokoh adat dan tokoh agama yang terlibat.

Untuk hari ini, empat korban telah dilepas Pangdam XVII/Cen menuju kampung halaman masing-masing yang berada di Sorong, Ambon, Kendari dan Kupang. Sementara sehari sebelumnya, delapan korban sudah dikirim kemarin dan sekarang sudah sampai di Semarang dan Surabaya.

"Semoga 12 prajurit terbaik TNI Angkatan Darat arwahnya diterima di sisi Tuhan Yang Maha Kuasa dan keluarga yang ditinggalkannya diberikan ketabahan serta menjadikan suatu pelajaran bagi semua untuk meningkatkan profesionalisme, sehingga pelaksanaan tugas ke depan akan semakin baik," tandasnya.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Pertemuan Megawati-Prabowo Menjungkirbalikkan Banyak Prediksi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

KPK Catat 94 Ribu Pejabat Belum Lapor LHKPN

Minggu, 29 Maret 2026 | 10:20

Implementasi PP Tunas Jangan Sekadar Formalitas

Minggu, 29 Maret 2026 | 10:13

Gelombang Aksi “No Kings” Meledak di Seluruh AS, Tuntut Trump Lengser

Minggu, 29 Maret 2026 | 09:25

87 Persen Penyelenggara Negara Sudah Lapor LHKPN

Minggu, 29 Maret 2026 | 09:22

Kejagung Bongkar Praktik Tambang Ilegal Samin Tan

Minggu, 29 Maret 2026 | 09:01

Pramono Upayakan Tak Ada PHK di Tengah Wacana Pembatasan Belanja Pegawai

Minggu, 29 Maret 2026 | 08:46

Pemerintah Wajibkan Platform Digital Patuhi PP Tunas Tanpa Kompromi

Minggu, 29 Maret 2026 | 08:32

Kemenhaj Optimistis Operasional Haji 2026 Sesuai Rencana

Minggu, 29 Maret 2026 | 08:10

WFH Jumat Bisa Ciptakan Life Balance dan Tetap Produktif

Minggu, 29 Maret 2026 | 07:30

Pemprov DKI Dukung Program Presiden soal Hunian Layak Warga Rel

Minggu, 29 Maret 2026 | 07:15

Selengkapnya