Berita

Pabrik Mobil GM yang Bangkrut Dan Tutup Produksi/Net

Otomotif

Bangkrut, Pabrik Mobil Ini Tutup Di Beberapa Negara Dan PHK Karyawannya Dengan Pesangon Tinggi

SELASA, 18 FEBRUARI 2020 | 06:54 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Setelah tahun lalu General Motors (GM) menyatakan akan mundur dari Indonesia karena minimnya angka penjualan, tahun ini GM kembali membuat dunia otomotif terkejut dengan pernyataannya yang akan mundur dari Thailand.

Pabrikan mobil asal Amerika Serikat ini menyerah. Dalam pernyataan resminya, GM mengumumkan akan berhenti berjualan mobil Chevrolet di Thailand mulai akhir 2020 dan pabrik Chevrolet di Rayong itu pun akan dijual.

GM Strategic Markets, Alliances and Distributors President, Andy Dunstan menyebutkan penjualan dan ekspor yang rendah membuat pabrik mobil itu tak bisa bertahan lebih lama.


"Utilisasi pabrik yang rendah dan perkiraan volume (penjualan) domestik dan ekspor (yang juga rendah) berdampak pada bisnis secara signifikan," katanya, dalam keterangan media, Senin (17/2).

Tutupnya pabrik mobil ini tidak membuat jajaran petinggi GM melupakan tanggungjawabnya.

Meski hengkang dari Thailand, GM berkomitmen akan terus mendukung konsumen Chevrolet untuk masalah layanan purnajual, garansi, dan perbaikan melalui outlet resminya.

Begitu juga dengan nasib karyawan dan mitra kerjanya yang akan mendapat perhatian. Di Thailand, GM memiliki total 1.900 karyawan. Sebanyak 1.200 karyawan bekerja di pabrik.

"GM mengakui dampak keputusan ini terhadap karyawan dan mitra kami. Kami berkomitmen untuk memperlakukan karyawan, mitra, dan pemangku kepentingan kami dengan bermartabat dan rasa hormat selama masa transisi ini," kata Dunstan.

Sementara, Presiden GM Asia Tenggara Hector Villarreal mengatakan, GM akan memberikan karyawannya paket pesangon yang sangat cukup bahkan melebihi apa yang menjadi peraturan di Thailand.

Selanjutnya, GM juga berencana menghentikan aktivitas bisnisnya di Australia dan Selandia Baru. Langkah ini diambil untuk mempercepat GM mundur dari pasar yang dinilai sudah tidak dapat 'diselamatkan' lagi.

Secara tidak langsung kini GM hanya bergantung pada penjualan mobil di AS, China, dan Amerika Latin.

Tahun lalu, setelah mengeluarkan pernyataan mundur dari Indonesia, GM memutuskan untuk menyetop penjualan mobil merek Chevrolet di Indonesia pada akhir Maret 2020. Keputusan ini diambil lantaran Chevrolet kalah bersaing dengan merek-merek lainnya.

Sebelum benar-benar menghentikan seluruh penjualannya, Chevrolet diketahui menghabiskan stok mobil yang ada dengan memberikan potongan harga hingga Rp 80 juta. Program ini sudah berlangsung sejak November 2019.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Menelusuri Perjalanan Baru Vision dalam Serial VisionQuest

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:29

Usai Mandek, Harga Emas Antam Langsung Anjlok Hari Ini

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:22

Polisi Rilis 13 Korban Ledakan Pertokoan Pasar Cimanggis Tangsel

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:17

COP31 Jadi Momentum Prabowo Percepat Transisi Energi

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:08

PM Baru Maroko Temui Raja, Bahas Pembentukan Pemerintahan Baru

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:03

Pertamina Kerahkan Armada Tambahan dan Terminal 24 Jam untuk Normalisasi BBM di Bal

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:54

4,4 Juta Sertifikat Halal Terbit Jelang Batas Akhir, Didominasi UMKM

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:46

Pengamat Dorong Percepatan Jargas dan CNG untuk Tekan Impor LPG

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:42

Rupiah Nyaris Tembus Rp18.000 per Dolar AS, BI Langsung Buka Suara

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:38

Badai PHK Melanda Netflix Saat Pertumbuhan Melambat

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:27

Selengkapnya