Berita

PT. Freeport/Net

Nusantara

Ini Dia Putra Papua Pertama Yang Duduk Di Jajaran Petinggi PT Freeport

SELASA, 18 FEBRUARI 2020 | 06:34 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Ini kabar yang membahagiakan sekaligus sejarah baru untuk Papua. Untuk pertama kalinya putra asli Papua duduk sebagai petinggi di perusahaan Freeport.
 
Kementerian BUMN menunjuk Claus Wamafma menjadi direktur PT Freeport Indonesia (PTFI). Penunjukkan ini dilakukan pada saat Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Freeport Indonesia di Kementerian BUMN, pada pekan lalu. 

Sebelumnya, ada kekosongan di tubuh Freeport sejak ditinggalkan oleh sejumlah direksi dan komisaris. Sehingga RUPS menunjuk Claus duduk di jajaran direksi.


Staf Khusus Kementerian BUMN Arya Sinulingga menyatakan, Claus menjadi putra Papua pertama yang menjadi bos perusahaan tambang tersebut.

Laki-laki yang berkarir di Freeport sejak 1999 ini adalah lulusan ITB Bandung yang juga meraih masternya di kampus yang sama.

"Claus ini dia putra Papua yang sudah berkarier di Freeport selama 20 tahun," ujar Arya saat ditemui di Kementerian BUMN, Senin (17/02).

Sebelumnya, Claus yang memiliki nama lengkap Claus Oscar Ronald Wamafa, pernah menjabat sebagai Senior Vice President (SVP) di PT Freeport Indonesia, membawahi CSR (Corporate Social Responsibility), partnership fund serta community development.

Saat ini Freeport memiliki banyak karyawan asli Papua. Setidaknya, dari 7.096 pegawai di Freeport, 2.890nya ialah orang Papua, atau sekitar 40,7 persen.



Berikut adalah susunan komisaris PT Freeport Indonesia per 7 Februari 2020:

Jajaran Direksi
- Presiden Direktur: Clayton Allen Wenas
- Wakil Presiden Direktur: Jenpino Ngabdi
- Direktur: Achmad Ardianto
- Direktur: Claus Wamafma
- Direktur: Mark Jerome Johnson
- Direktur: Robert Charles Schroeder



Jajaran Komisaris
- Presiden Komisaris: Richard C. Adkerson
- Wakil Presiden Komisaris: Orias Petrus Moedak
- Komisaris: Adrianto Machribie - Komisaris: A.M. Fachir
- Komisaris: Hinsa Siburian
- Komisaris: Kathleen Lynne Quirk.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

PKS Minta Pemerintah Fokus Reformasi Kebencanaan, Bukan Merger Besar-Besaran

Kamis, 10 September 2026 | 10:25

Minyak Dunia Kembali Membara, Rupiah Tertekan ke Rp17.528 per Dolar AS

Kamis, 10 September 2026 | 10:10

Prabowo Bicara Masa Depan RI: 2050 Jadi Kekuatan Besar Dunia

Kamis, 10 September 2026 | 10:06

Usai Tiga Hari Ambruk, Harga Emas Antam Kembali Naik

Kamis, 10 September 2026 | 09:57

KPK Bidik Pemilik PT CMC dan Cara Dapat Proyek di Bengkulu

Kamis, 10 September 2026 | 09:39

Banding Kasus Penyiraman Air Keras, Imparsial: Status Tak Boleh Beri Jalur Hukum Khusus

Kamis, 10 September 2026 | 09:38

IHSG Dibuka Hijau, Investor Cermati Sentimen Global

Kamis, 10 September 2026 | 09:31

Mentan Amran Berduka, Tiga Petugas Pertanian Tewas Ditembak di Jayawijaya

Kamis, 10 September 2026 | 09:18

Prabowo Tekankan Pentingnya Persatuan dan Kerukunan dalam Demokrasi

Kamis, 10 September 2026 | 09:11

Bupati Lahat: Indonesia Terus Dukung Kemerdekaan Palestina

Kamis, 10 September 2026 | 09:04

Selengkapnya