Berita

Jokowi dilarang Pramono Anung kunjungi Kediri/Net

Politik

Gus Luthfi: Jabatan Presiden Tergantung Ketetapan Allah, Bukan Karena Ke Kediri

SENIN, 17 FEBRUARI 2020 | 17:22 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

KH Luthfi Bashori Alwi alias Gus Luthfi mengaku heran dengan pernyataan Sekretaris Kabinet, Pramono Anung. Pramono melarang Presiden Joko Widodo berkunjung ke Kota Kediri, Jawa Timur, karena ditakutkan akan lengser seperti yang dialami Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

“Saya heran, di era digital yang supercanggih seperti saat ini, masih saja ada pejabat negara yang mengaku Muslim, tapi percaya ramalan dan klenik,” terang Gus Luthfi dalam keterangan yang diterima Kantor Berita RMOLJatim, Senin (17/2).

Soal Jokowi akan lengser atau bertahan, menurut Gus Luthfi, hal itu tergantung kemampuan dan kecakapannya dalam memimpin negara.


“Yang benar, jabatan seorang presiden itu akan langgeng atau segera lengser, jika mengacu kepada analisis dunia modern. Yaitu standar kemampuan dan skill kecakapan dirinya dalam mengurus negara. Apakah manajemen yang diterapkan itu bagus atau amburadul,” urai Gus Luthfi.

Ditambahkan Gus Luthfi, seorang presiden akan langgeng menduduki jabatannya tergantung ketentuan Allah. Pun demikian, jabatan presiden menjadi amburadul dan lengser dengan sendirinya jika Allah sudah menetapkan demikian.

“Menurut keyakinan agama, Islam mengajarkan bahwa jabatan kepresidenan itu adalah ketentuan dari Allah. Jika Allah menghendaki langgeng, maka akan tetap menjabat. Dan jika Allah menghendaki terjungkal, maka sekuat apa pun pertahanan seorang presiden, maka akan lengser dan kariernya hancur berantakan. Jadi bukan karena faktor ke Kediri,” tegasnya.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

KPK Panggil PNS dan Karyawan Swasta di Kasus Gratifikasi Mantan Sekjen MPR

Rabu, 01 Juli 2026 | 14:21

Kapolda Riau: Penghargaan Nugraha Sakanti Prestasi Seluruh Personel

Rabu, 01 Juli 2026 | 14:20

Mahfud MD Ajak Masyarakat Tetap Cintai Polri Seburuk Apa Pun Kinerjanya

Rabu, 01 Juli 2026 | 14:16

KPK Panggil Sejumlah Pejabat Imigrasi di Kasus Pemerasan Silmy Karim

Rabu, 01 Juli 2026 | 14:10

KPK Masih Periksa Bupati Kuansing Suhardiman Amby

Rabu, 01 Juli 2026 | 13:48

Audit Dugaan Penyimpangan Impor Sianida PPI, KPK dan BPKP Didesak Turun Tangan

Rabu, 01 Juli 2026 | 13:39

Komisi I DPR Ungkap Alasan Draf RUU KKS Belum Dibuka ke Publik

Rabu, 01 Juli 2026 | 13:35

Bos Maktour yang Juga Mertua Dito Ariotedjo Dipanggil KPK

Rabu, 01 Juli 2026 | 13:21

Masih Penyesuaian Sistem, Pajak Olshop di Marketplace Berlaku Mulai 1 Agustus

Rabu, 01 Juli 2026 | 13:16

Prabowo Layak Dicontoh Bagi Siapa Pun yang Ingin Jadi Presiden

Rabu, 01 Juli 2026 | 13:01

Selengkapnya