Berita

Ilustrasi Kemacetan Di Bogor/Net

Nusantara

Benahi Kemacetan, Bogor Akan Konversi Angkot Jadi Bus Serta Membangun Trem

SENIN, 17 FEBRUARI 2020 | 07:04 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pemerintah Kota Bogor berencana akan mengkonversi sejumlah angkot menjadi bus untuk mengurai kemacetan yang semakin hari semakin parah.

Perlahan-lahan angkot akan hilang dari pusat kota digantikan dengan bus yang akan memuat banyak penumpang.
"Angkot ini bertahap akan hilang dari pusat kota. Sudah kami konversi, nanti angkot akan menjadi satu bus," terang Wali Kota Bogor, Bima Arya, seusai acara di Hotel Century Park, Jakarta, Minggu (16/2).

Bima Arya tak memungkiri, salah satu penyebab kemacetan di kota yang dipimpinnya itu adalah keberadaan angkot yang saat ini jumlahnya mencapai ribuan.

Bima Arya tak memungkiri, salah satu penyebab kemacetan di kota yang dipimpinnya itu adalah keberadaan angkot yang saat ini jumlahnya mencapai ribuan.

"Macet di Bogor itu (penyebabnya) satu, karena angkotnya kebanyakan. Angkotnya itu (jumlahnya) 3.412," terangnya.

Selain akan mengkonversi angkot, Pemkot Bogor juga berencana membangun trem sebagai feeder dari LRT. Transportasi berbasis rel ini dibutuhkan karena mobilisasi jalanan di Bogor sudah padat.

"Kami juga akan membangun koneksi antara LRT dan trem. Di pusat kota, angkot berkurang, diganti TransPakuan, semacam TransJakarta yang lebih kecil. Nah, tahun ini sudah direncanakan untuk membangun trem. Jadi di pusat kota, di Istana-Kebun Raya (Bogor)-stasiun (Bogor), untuk menjemput LRT yang diperkirakan masuk (Bogor) 2 tahun lagi," tutur Bima.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

PKS Minta Pemerintah Fokus Reformasi Kebencanaan, Bukan Merger Besar-Besaran

Kamis, 10 September 2026 | 10:25

Minyak Dunia Kembali Membara, Rupiah Tertekan ke Rp17.528 per Dolar AS

Kamis, 10 September 2026 | 10:10

Prabowo Bicara Masa Depan RI: 2050 Jadi Kekuatan Besar Dunia

Kamis, 10 September 2026 | 10:06

Usai Tiga Hari Ambruk, Harga Emas Antam Kembali Naik

Kamis, 10 September 2026 | 09:57

KPK Bidik Pemilik PT CMC dan Cara Dapat Proyek di Bengkulu

Kamis, 10 September 2026 | 09:39

Banding Kasus Penyiraman Air Keras, Imparsial: Status Tak Boleh Beri Jalur Hukum Khusus

Kamis, 10 September 2026 | 09:38

IHSG Dibuka Hijau, Investor Cermati Sentimen Global

Kamis, 10 September 2026 | 09:31

Mentan Amran Berduka, Tiga Petugas Pertanian Tewas Ditembak di Jayawijaya

Kamis, 10 September 2026 | 09:18

Prabowo Tekankan Pentingnya Persatuan dan Kerukunan dalam Demokrasi

Kamis, 10 September 2026 | 09:11

Bupati Lahat: Indonesia Terus Dukung Kemerdekaan Palestina

Kamis, 10 September 2026 | 09:04

Selengkapnya