Berita

Salamudin Daeng/Net

Publika

Utang Menggunung, BUMN Dihancurkan Dan APBN Ambruk

MINGGU, 16 FEBRUARI 2020 | 22:18 WIB | OLEH: SALAMUDDIN DAENG

Utang Menggunung

Sedangkan utang BUMN non-bank meningkat senilai 13,46 miliar dolar AS pada periode yang sama, sehingga sampai kwartal III tahun 2019 utang luar negeri BUMN non bank menjadi 43,75 miliar dolar AS atau senilai Rp 612,52 triliun. Selain utang luar negeri, BUMN juga memiliki utang kepada bank dalam negeri dalam jumlah yang lebih besar.

Berdasarkan laporan Kementerian BUMN, total utang BUMN sampai dengan akhir tahun 2018 mencapai Rp 5.604,39 triliun. Empat bank BUMN memiliki utang paling besar yakni PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk senilai Rp 698,19, Bank Mandiri (Persero) Tbk senilai Rp 1.017,29, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Rp 1.111,62, dan Bank Tabungan Negara (persero) Tbk Rp 282,59.


Total utang BUMN perbankan mencapai Rp 3.109,71 triliun.

BUMN Dihancurkan

Ketika kepercayaan publik hilang, berarti perusahaan asuransi itu telah tamat riwayatnya, atau telah mati! Siapa yang mengumumkan, tak lain pemiliknya sendiri yakni Pemerintah.

APBN Ambruk

Bayangkan! Semua langkah yang tidak normal dijalankan oleh pemerintah, mulai dari pertama kali mengeluarkan paket kebijakan ekonomi. Paket yang dikeluarkan secara beruntun, yang berisikan berbagai macam relaksasi investasi, perpajakan, kebijakan suku bunga, tidak membuahkan hasil apa-apa.

Bahkan paket kebijakan ekonomi Jokowi ditengarai banyak menabrak UU dan berbagai peraturan sebelumnya, semua dalam rangka menggairahkan ekonomi. Namun apa yang terjadi? hanya utang yang datang, itupun utang dari lembaga-lembaga keuangan dalam negeri seperti utang dari dana haji, dana Jamsostek, dana Taspen, dana Asabri, yang makin lama makin ludes ditelan surat utang negara (SUN).

Tidak sampai di situ, Pemerintahan Jokowi makin nekat. Dengan melobi DPR disahkan UU tax amnesty. Konon akan menarik dana dari seluruh penjuru dunia untuk masuk ke Indonesia. UU pengampunan pajak yang diniatkan untuk mengampuni para pengemplang pajak besar yang menempatkan uang mereka di luar negeri, di negara tax haven untuk menghindari pajak.

Tapi upaya yang begitu besar ini tidak menambah apa-apa baik jumlah, maupun dalam kualitas pajak Indonesia.

Episentrum Ekonomi Global Shutdown

USA dan Eropa
China adalah mitra utama bagi Amerika Serikat. Dalam perdagangan, China adalah partner utama dalam perdagangan USA. Nilai perdagangan USA China mencapai 630 billion dolar AS (ini 10 kali perdagangan Indonesia China).

Bagaimana dengan Uni Eropa, ini lebih besar lagi, nilai perdagangan Uni Eropa China dengan Uni Eropa mencapai 610 billion euro. Uni Eropa bergantung pada pasar ekspor China sedikitnya 200 billion euro. Pasar terbesar yang tidak mungkin digantikan oleh ukuran pasar sebuah negara.

Ketika bom atom menghancurkn Hiroshima dan Nagasaki, saat itu terbitlah Indonesia Merdeka.

Penulis adalah peneliti dari Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI)

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

UPDATE

Transformasi Besar-besaran Prabowo Bikin Banyak Orang Kaget

Minggu, 21 Juni 2026 | 14:14

Wapres AS Tiba di Swiss untuk Perundingan Damai dengan Iran

Minggu, 21 Juni 2026 | 13:50

KPK Ungkap Modus Pinjam Bendera di Proyek Gedung Pemkab Lamongan

Minggu, 21 Juni 2026 | 13:19

Prabowo Ucapkan Selamat Ulang Tahun ke-65 untuk Jokowi Lewat Instagram

Minggu, 21 Juni 2026 | 13:05

Tidak Kena Pajak Daerah, Lapangan Golf Senayan Ottolima Layak Dievaluasi

Minggu, 21 Juni 2026 | 13:04

Pemerintah Sambut Kritik Mahasiswa sebagai Penyempurna Kebijakan

Minggu, 21 Juni 2026 | 13:00

Nanik S. Deyang Dituntut Audit Total BGN dan Program MBG

Minggu, 21 Juni 2026 | 12:32

Pemerintah Harus Siapkan Solusi Jangka Panjang Usai Pemadaman Listrik Bergilir di Jawa

Minggu, 21 Juni 2026 | 12:24

KPK-Pemprov DKI Sebarkan Pesan Antikorupsi Lewat Halte Setiabudi Integritas

Minggu, 21 Juni 2026 | 12:22

Seskab dan Kepala BNN Diskusikan Ancaman Peredaran Narkoba Lewat Vape

Minggu, 21 Juni 2026 | 11:59

Selengkapnya