Berita

Lokasi tanah yang terpapar radiasi

Nusantara

Antisipasi Isu Radiasi Radioaktif Meluas, Bapeten Gandeng Gegana Hingga Nubika

MINGGU, 16 FEBRUARI 2020 | 12:39 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Ditemukannya zat radioaktif berjenis Cesium 137 (Cs-137) di Perumahan Batan Indah, Serpong, Tangerang Selatan oleh Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) masih menimbulkan banyak pertanyaan.

Pasalnya, Cs-137 merupakan jenis radioaktif buatan sehingga tidak mungkin ditemukan di alam. Selain itu, lokasi penemuan sendiri cukup jauh, yakni berjarak sekitar 3 km dari Rektor Nuklir Serpong.

Masih banyaknya pertanyaan membuat Bapeten dan Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) tidak bekerja sendirian. Kepala Biro Hukum, Kerja Sama, dan Komunikasi Publik Bapeten Indra Gunawan mengurai bahwa menggandeng institusi lain dalam penanganan kasus ini. Mulai dari tim Gegana, Satuan KBR (Kimia, Biologi, dan Radioaktif) Brimob, hingga Nubika (Kompi Nuklir, Biologi, dan Kimia).


"Terkait koordinasi, isu ini kan mungkin bisa berkembang ke isu yang lain. Oleh karena itu, kita koordinasi, kerjasama Bapeten itu untuk berkoordinasi dengan beberapa institusi lain," ujar Indra kepada wartawan saat ditemui di lokasi kejadian pada Minggu (16/2).

Koordinasi juga dilakukan sebagai tindak lanjut penemuan barang bukti. Jika pihak Batan sudah melakukan pengolahan, maka koordinasi akan terus dilakukan beriringan dengan investigasi.

Kerjasama dan koordinasi sendiri sangat penting, mengingat status barang bukti sendiri berbahaya bagi petugas

"Kita sekarang aktif berkoordinasi dengan pihak Polri, kepolisian setempat," ungkap Indra.

"Kami mempercayakan kepada tim teknis dari Batan yang mempunyai lab khusus untuk mengolah barang bukti tersebut sehingga kita bisa dapatkan hasil dari olahan barang bukti itu. Apakah bisa dipergunakan oleh tim penegak hukum, apabila proses sampai ke sana," lanjutnya.

Untuk proses pengolahan barang bukti sendiri, Indra mengatakan berdasarkan pihak Batan akan berlangsung selama kurang lebih 20 hari.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Andre Rosiade Sambangi Bareskrim Polri Usai Nenek Penolak Tambang Ilegal Dipukuli

Senin, 12 Januari 2026 | 14:15

Cuaca Ekstrem Masih Akan Melanda Jakarta

Senin, 12 Januari 2026 | 14:10

Bitcoin Melambung, Tembus 92.000 Dolar AS

Senin, 12 Januari 2026 | 14:08

Sertifikat Tanah Gratis bagi Korban Bencana Bukti Kehadiran Negara

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

KPK Panggil 10 Saksi Kasus OTT Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

Prabowo Terharu dan Bangga Resmikan 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru

Senin, 12 Januari 2026 | 13:52

Kasus Kuota Haji, Komisi VIII Minta KPK Transparan dan Profesional

Senin, 12 Januari 2026 | 13:40

KPK Periksa Pengurus PWNU DKI Jakarta Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 13:12

Prabowo Tinjau Sekolah Rakyat Banjarbaru, Ada Fasilitas Smartboard hingga Laptop Persiswa

Senin, 12 Januari 2026 | 13:10

Air Naik hingga Sepinggang, Warga Aspol Pondok Karya Dievakuasi Polisi

Senin, 12 Januari 2026 | 13:04

Selengkapnya