Berita

Kepala biro Hukum, Kerja Sama, dan Komunikasi Publik Bapeten, Indra Gunawan (kiri) dan Kepala Biro Hukum, Kerja Sama, dan Komunikasi Publik Batan, Heru Umbara (kanan)/RMOL

Nusantara

Batasi Dosis Kontaminasi, Tim Pengeruk Zat Radioaktif Dibagi Empat

MINGGU, 16 FEBRUARI 2020 | 11:53 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) mengerahkan empat tim yang masing-masing terdiri dari tujuh orang untuk melakukan proses dekontaminasi lahan yang terpapar zat radioaktif di Perumahan Batan Indah, Serpong, Tangerang Selatan, Minggu (16/2).

Dikatakan oleh Kepala Biro Hukum, Kerja Sama, dan Komunikasi Publik Batan Heru Umbara, pihaknya mengerahkan empat tim yang akan bekerja selama satu jam untuk memindahkan tanah yang telah dikeruk ke dalam drum untuk dibawa ke Pusat Teknologi Limbah Radioaktif (PTLR) menggunakan truk tertutup.

"Kelompok pertama tadi sudah bekerja dan menghasilkan 27 drum," ungkap Heru kepada wartawan yang berada di lokasi. Sementara itu, saat ini tim kedua sendiri menghasilkan 12 drum, masing-masing drum bervolume 100 liter.


Pengelompokan kerja sendiri bertujuan untuk membatasi dosis kontaminasi yang diterima para pekerja. Di mana ambang batas normalnya adalah 80 microsievert.

"Dari hasil pengukuran dosis kelompok pertama ternyata hanya kecil, penerimaannya dua sampai 10 microsievert," lanjutnya.

“Untuk kelompok kedua pun penerimaannya lebih kecil, bahkan ada yang hanya nol koma sekian,” ujarnya lagi.

Kendati begitu, setelah melakukan pemindahan tanah terkontaminasi, Heru juga mengungkapkan akan kembali melakukan pemetaan lagi untuk melihat sejauh mana tanah yang terpapar.

"Mungkin nanti kalau masih (ada) paparannya di atas (ambang normal, yaitu 0,03 microsievert), kita akan melanjutkan pengerukan per 10 cm," kata Heri.

"Seperti itu nanti kita angkut lagi, kita mapping lagi, kita lakukan analisis lagi sampai nanti pihak Bapeten menyatakan daerah tersebut sudah aman," pungkasnya.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Lagi Sakit, Jangan Biarkan Jokowi Terus-terusan Temui Fans

Senin, 12 Januari 2026 | 04:13

Eggi-Damai Dicurigai Bohong soal Bawa Misi TPUA saat Jumpa Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 04:08

Membongkar Praktik Manipulasi Pegawai Pajak

Senin, 12 Januari 2026 | 03:38

Jokowi Bermanuver Pecah Belah Perjuangan Bongkar Kasus Ijazah

Senin, 12 Januari 2026 | 03:08

Kata Yaqut, Korupsi Adalah Musuh Bersama

Senin, 12 Januari 2026 | 03:04

Sindiran Telak Dokter Tifa Usai Eggi-Damai Datangi Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 02:35

Jokowi Masih Meninggalkan Jejak Buruk setelah Lengser

Senin, 12 Januari 2026 | 02:15

PDIP Gelar Bimtek DPRD se-Indonesia di Ancol

Senin, 12 Januari 2026 | 02:13

RFCC Complex Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 01:37

Awalnya Pertemuan Eggi-Damai dengan Jokowi Diagendakan Rahasia

Senin, 12 Januari 2026 | 01:16

Selengkapnya