Berita

Warga Batan Indah pertanyakan sejumlah hal kepada pihak Batan/RMOL

Nusantara

Batan Rencanakan Whole Body Counting, Warga: Berarti Ada Sesuatu Yang Tidak Benar

SABTU, 15 FEBRUARI 2020 | 23:13 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Pihak Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) bersama Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) dan Kepolisian Resort Tangerang Selatan melakukan pertemuan dengan warga komplek Batan Indah, Serpong, terkait temuan radiasi nuklir.

Dalam pertemuan itu, warga sekitar menyampaikan sejumlah pertanyaan terkait tingkat dampak, baik keamanan maupun kesehatan dari temuan radiasi nuklir ini.

Salah seorang warga RT 018/RW 04 Komplek Batang Indah, Moko, mengajukan sejumlah pertanyaan kepada pihak terkait yang hadir.


Hal utama yang disampaikan Moko ialah terkait luasan wilayah radiasi nuklir dari daerah paparan yang terletak di tanah kosong dekat lapang voli blok J, Komplek Batan Indah.

"Meskipun serpihan sudah diangkat, namun setelah itu ada pernyataan lanjutan dari pihak Bapetan, serpihan tersebut masih ada radiasi di atas normal. Apakah masih berbahaya?" tanya Moko di Balai Pertemuan Warga Komplek Batan Indah, Serpong, Tangerang Selatan, Sabtu (15/2).

"Kedua terkait lokalisir batas wilayah yang aman dan tidak aman. Misalkan tidak berbahaya, kenapa mesti diberikan batas? Berarti ini masih tidak aman," sambungnya.

Selain itu, pensiunan Batan ini juga mempertanyakan rencana Whole Body Counting (WBC) atau cek kesehatan yang akan dilakukan Batan terhadap sejumlah warga komplek.

"Ini juga menimbulkan pertanyaan. Ini berarti ada sesuatu yang tidak benar. Sejauh apa adanya temuan Bapeten terhadap warga sekitar," sebut Moko menutup pertanyaannya.  

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Gencatan Senjata Iran-AS Hampir Berakhir, Milisi Irak Siaga Penuh

Selasa, 21 April 2026 | 08:19

Dolar AS Terkoreksi: Investor Mulai Lepas Aset Safe-Haven

Selasa, 21 April 2026 | 08:06

Sinergi BNI dan Perempuan NTT: Mengubah Daun Lontar Menjadi Penggerak Ekonomi

Selasa, 21 April 2026 | 07:48

Tim Cook Mundur sebagai CEO Apple

Selasa, 21 April 2026 | 07:35

Refleksi 4 Tahun Prudential Syariah: Mengubah Paradigma Deteksi Dini Kanker

Selasa, 21 April 2026 | 07:27

Emas Dunia Masih Sulit Bangkit di Tengah Kenaikan Harga Minyak

Selasa, 21 April 2026 | 07:16

Kerja Sama Polri-PBB Pertegas Posisi RI dalam Misi Perdamaian Dunia

Selasa, 21 April 2026 | 07:10

Bursa Eropa Merah, Sektor Penerbangan Paling Terpukul

Selasa, 21 April 2026 | 07:05

Relawan Protes JK Asal Klaim soal Jokowi Presiden

Selasa, 21 April 2026 | 06:51

Politik Angka vs Realitas Ekologi: Sungai Tak Bisa Dipimpin Statistik

Selasa, 21 April 2026 | 06:29

Selengkapnya