Berita

Lokasi paparan radioaktif di Komplek Batan Indah Serpong, Tangsel/RMOL

Nusantara

Pengerukan Tanah Terkontaminasi Radiasi Nuklir Di Tangsel Dilanjutkan Besok

SABTU, 15 FEBRUARI 2020 | 20:24 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Upaya clean up atau pembersihan daerah paparan radiasi nuklir di lahan kosong Komplek Batan Indah, Serpong, masih akan terus dilanjutkan hingga besok. Sebab, Bapeten masih mendeteksi adanya radiasi tingkat tinggi, meskipun barang yang menjadi sumber paparan sudah diangkat.

Sekretaris Utama Bapeten Hendriyanto Hadi Tjahyanto menjelaskan, pihaknya akan kembali menyisir daerah paparan bersama dengan Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan).

"Sumbernya sudah diangkat tapi tanah-tanah disitu terkontaminasi, sehingga masih ada paparan," ucap Hendriyanto Hadi Tjahyanto saat ditemui di Komplek Batan Indah, Serpong, Tangerang Selatan, Sabtu (15/2).


Seminggu yang lalu, dijelaskan Hendriyanto Hadi Tjahyanto, Bapeten telah melakukan upaya clean up di lokasi paparan. Akan tetapi, melalui alat deteksi yang dimiliki Batan, masih tersapat paparan radiasi yang cukup tinggi.

"Maka kita masih mengangkat tanah-tanah disekitar lokasi itu. Kita hentikan hari ini, besok kita lanjutkan tanah-tanah itu. Kalau sudah diangkat akan kembali normal," sebutnya.

Meski begitu, Bapeten memastikan kalau daerah paparan radiasi sesuai dengan batas garis kuning yang telah ditetapkan.

Sementara itu, garis polisi yang melingkari di luarnya, merupakan batas luar untuk keperluan pengawasan, penelitian dan penanganan.

"Kita membuat garis kuningya Bapeten, dengan batas untuk masyarakat umum. Tadi pagi tim KBR (Gegana Brimob Polda Metro Jaya) mengukur ulang, akhirnya ditetapkan police line. Tapi itu bukan paparan radiasi Bapeten, tapi batas paparan radiasi batas belakang," jelas Hendriyanto Hadi Tjahyanto.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

PKS Minta Pemerintah Fokus Reformasi Kebencanaan, Bukan Merger Besar-Besaran

Kamis, 10 September 2026 | 10:25

Minyak Dunia Kembali Membara, Rupiah Tertekan ke Rp17.528 per Dolar AS

Kamis, 10 September 2026 | 10:10

Prabowo Bicara Masa Depan RI: 2050 Jadi Kekuatan Besar Dunia

Kamis, 10 September 2026 | 10:06

Usai Tiga Hari Ambruk, Harga Emas Antam Kembali Naik

Kamis, 10 September 2026 | 09:57

KPK Bidik Pemilik PT CMC dan Cara Dapat Proyek di Bengkulu

Kamis, 10 September 2026 | 09:39

Banding Kasus Penyiraman Air Keras, Imparsial: Status Tak Boleh Beri Jalur Hukum Khusus

Kamis, 10 September 2026 | 09:38

IHSG Dibuka Hijau, Investor Cermati Sentimen Global

Kamis, 10 September 2026 | 09:31

Mentan Amran Berduka, Tiga Petugas Pertanian Tewas Ditembak di Jayawijaya

Kamis, 10 September 2026 | 09:18

Prabowo Tekankan Pentingnya Persatuan dan Kerukunan dalam Demokrasi

Kamis, 10 September 2026 | 09:11

Bupati Lahat: Indonesia Terus Dukung Kemerdekaan Palestina

Kamis, 10 September 2026 | 09:04

Selengkapnya