Berita

Italia/Net

Dunia

Mantan Selebriti Italia Dirikan Partai DNA Lawan Rezim Pemerintahan

SABTU, 15 FEBRUARI 2020 | 08:15 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Selebriti Ilona Staller kembali ke dunia politik. Ia meluncurkan partai politik yang dia namakan Partai Demokrasi, Alam dan Cinta (DNA),  pada hari Jumat kemarin. DNA ia dirikan untuk melawan rezim pemerintah Italia yang dikendalikan Five Star Movement (Gerakan Bintang Lima).

"Saya telah mendirikan sebuah partai yang saya sebut DNA atau Democrazia, Natura, Amore, dan melihat bagaimana pemerintah ini berjalan, saya berpikir untuk kembali ke politik," kata Staller, mengutip The Times, Sabtu (15/2).

Wanita 68 tahun ini merasa muak dengan partai berkuasa di Italia karena memangkas dana pensiunnya dan jutaan orang lainnya.


Sejak 2018, Gerakan Bintang Lima yang tergabung dalam pemerintahan koalisi, telah memangkas pensiun anggota parlemen. Pemangkasan dana pensiun itu dianggapnya tidak konstitusional dan ia pun menyerukan kenaikan upah anggota parlemen sebagai balasannya.

Pada era 1980-an Ilona adalah anggota Partai Hijau. Dia mengambil julukan "La Cicciolina", yang berarti "si kecil gemuk", dan dikenal karena berpose telanjang dada dalam rapat umum selama kampanye pemilu pertamanya pada tahun 1987.

Dia terpilih sebagai anggota Parlemen Partai Radikal (Radical Party) dan berkampanye untuk tujuan populis. Ia pernah menawarkan tidur dengan Saddam Hussein, pemimpin berkuasa saat itu, untuk membawa perdamaian dengan Irak.

Italia akan menggelar pemilu tahun 2023, dan koalisi Gerakan Bintang Lima dan Partai Demokrat yang berkuasa akan mempertahankan cengkeramannya pada kekuasaan.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

KPK Panggil Bos Rokok HS di Kasus Suap Cukai

Kamis, 02 April 2026 | 10:39

UPDATE

SBY Desak PBB Investigasi Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 12:15

Bansos Kunci Redam Gejolak Jika BBM Naik

Minggu, 05 April 2026 | 11:34

Episode Ijazah Jokowi Tak Kunjung Usai

Minggu, 05 April 2026 | 11:20

Indonesia Jangan Diam Atas Kebijakan Kejam Israel

Minggu, 05 April 2026 | 11:08

KPK Buka Peluang Panggil Forkopimda di Skandal THR Cilacap

Minggu, 05 April 2026 | 10:31

Drone Iran Hantam Kompleks Pemerintahan dan Energi Kuwait

Minggu, 05 April 2026 | 10:20

Krisis Global Momentum Perkuat Kemandirian Pangan Nasional

Minggu, 05 April 2026 | 10:14

UU Hukuman Mati Israel untuk Tahanan Palestina Mengarah ke Genosida

Minggu, 05 April 2026 | 09:43

Trump Ancam Iran Buka Selat Hormuz dalam 48 Jam atau Hadapi Konsekuensi

Minggu, 05 April 2026 | 09:33

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Selengkapnya