Berita

Mantan Menteri KKP, Susi Pudjiastuti/Net

Publika

Smell Like Mafia Spirit

JUMAT, 14 FEBRUARI 2020 | 22:49 WIB | OLEH: ZENG WEI JIAN

MADAME Susi ribut lagi. Dia tuding Effendi Gozali rilis pembenaran ekspor baby lobster. "Saya tidak berilmu dan saya berduka," tulisnya di twitterland.

Effendi Gozali melawan. Posisinya jernih. Pro budidaya. Dia berseru "Lawan penyelundup..!!"

PPATK menyatakan smuggling baby lobster nilainya 900 miliar per tahun. Effendi Gozali menulis, "Tidak ekspor benih sampai kita punya atau MOU bikin hatchery lobster".


Soal nggak berilmu; Madam Susi tidak bohong. Susi & Gozali beda pandangan. Madame Susi menilai lobster bisa punah kalo kran export dibuka.

Effendi Gozali mengutip CITES & IUCN yang menyatakan lobster tidak terancam punah. Entah data dari mana yang dipakai Madame Susi.

Makanya dia nggak bohong saat bilang "tidak berilmu". Higly educated person nggak ngasal ngomong. Ada referensi. Scientific based.

"Tidak berilmu" nggak berarti bodoh lho. Banyak orang cerdas dengan background edukasi rendah. Lebih banyak lagi orang tajir sekalipun uneducated. Misalnya Amancio Ortega Gaona, Don Pablo Escobar, Don King, Mike Tyson dan sebagainya.

Don Pablo drop out di usia 16 tahun. Buka bengkel sepeda. Nyolong batu nisan. Diamplas, direkondisi dan dijual lagi sebagai batu nisan baru. Akhirnya dia dagang opium. Jadi "King of Opium" dari Medellín Cartel. Satu kota dia kuasai. Akhirnya masuk arena politik. Mau nyapres.

Di arena politik, Don Pablo banyak bantu orang. Para politisi, hakim & polisi yang berusaha menahan langkahnya dibunuh. Delta Force, Centra Spike (DEVGRU), Polisi Kolumbia dan Milisi "Los Pepes" memburu Don Pablo. Akhirnya, dia tewas di atas genting rumah.

Don King contoh lain. Dia milih gak nerusin studinya di Case Western Reserve University. Hobi gambling. Buka kasino. Tiga belas tahun kemudia dia kena kasus second degree murder. Bunuh temannya. Masuk penjara.

In jail dia baca banyak buku filsafat. Keluar penjara kariernya melesat setelah sukses menggelar "Rumble in the jungle" antara George Foreman dan Muhammad Ali.

Electric hair don king menjadi super rich dengan rekor 500 world championship fights. Dia promotor Muhammad Ali, Larry Holmes, Evander Holyfield, Mike Tyson dan banyak lagi.

Setelah beberapa petinju menyeretnya ke pengadilan, citra Don King jatuh. Ali, Foreman, Tyson dan lain-lain menggugatnya dengan pasal "fraud". Dia disinyalir nyeting pertandingan antara Mike Tyson dan Peter McNeeley tahun 1995.

Don Pablo dan Don King punya karakter uneducated super rich men; Menghalalkan segala cara, bringaz, pura-pura baik, licik dan mental besi.

Madame Susi bukan keduanya. Don Pablo & Don King pun beda. Tapi ada satu kesamaan; dua-duanya, like all thugs, have no idea what they are doing the wrong things.

Di soal kran export lobster, Madame Susi ngga sadar telah keliru. Policy-nya merugikan negara 900 miliar per tahun. Resistensinya terhadap issue baby lobsters menguntungkan sindikat smuggling.

Kartel penyelundup baby lobster paling dirugikan bila Menteri KKP Edhy Prabowo buka kran export dengan syarat MOU bikin hatchery lobster. Chain-network mafia bisa rusak. Kartel smuggling bisa nggak makan...!!

Effendi Gozali akhirnya menyimpulkan nyanyian Madame Susi itu berimplikasi pada effect framing.

Narasinya menjadi Effendi Gazali dukung ekspor benih lobster dan menganiaya orang tak berilmu.

Manuver Madame Susi masuk kategori "Self-victimisation". Modus operandinya; Memelas cari perhatian. Mengolah belas-kasihan di dunia per-netizen-an.

Self-victimisation biasa disebut "victim playing" (bukan playing victim) yaitu is the fabrication of victimhood for a variety of reasons such to manipulate others, a coping strategy or attention seeking.

Ngomentarin GBK menarik simpati Aniser dan manggung bareng Sohibul Imam dari PKS merupakan mekanisme membangun political base. Madame Susi pasti tau "tidak ada visi-misi menteri".

Menilik semua manuver dan berisiknya Madame Susi, publik mesti bertanya ada-apa? Masalahnya cuma dia yang begitu. Mantan Menteri lain tidak mengidap post power syndrome. Asyik-asyik aja dengan penerusnya. I Smell Something Fishy.

Penulis adalah anggota Komunitas Tionghoa Anti Korupsi (Komtak)

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Terbuka Peluang Duetkan Pramono-AHY di 2029

Jumat, 11 September 2026 | 06:21

Komnas Palestina Salurkan 300.000 Liter Air Bersih ke Gaza

Jumat, 11 September 2026 | 06:08

Buku 'Islam Ala Prabowo' Bukan Produk MUI

Jumat, 11 September 2026 | 05:31

Tak Ada Alasan MK Menolak Gugatan Denny Indrayana Cs

Jumat, 11 September 2026 | 05:14

Kemenhaj Tutup Celah Jual Beli Antrean Haji Khusus

Jumat, 11 September 2026 | 05:04

Tiket Termurah Persija vs Persib Rp150 Ribu, Termahal Rp1,5 Juta

Jumat, 11 September 2026 | 04:24

Pansus Papua DPD RI Harus Bongkar Akar Konflik

Jumat, 11 September 2026 | 04:00

Perampasan Aset: Keharusan Hukum vs Kecemasan Publik

Jumat, 11 September 2026 | 03:39

Kudu Yakin Persib Libas Persija 2-0

Jumat, 11 September 2026 | 03:18

Terima Aspirasi Buruh

Jumat, 11 September 2026 | 03:00

Selengkapnya