Berita

Gereja Paroki Santo Joseph di Tanjung Balai Karimun/Net

Nusantara

Pastor Gereja Paroki Santo Joseph: Belum Ada Kesepakatan Relokasi Dengan Pemda Karimun

JUMAT, 14 FEBRUARI 2020 | 13:11 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Konflik pembangunan Gereja Paroki Santo Joseph, di Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau, telah dinyatakan selesai oleh Menteri Koordinatir Bidang Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD, Kamis (13/2).

Mahfud mengatakan, penolakam yang dilakukan kelompok masyarakat setempat telah berhasil diredam melalui sebuah kesepakatan antara pihak gereja, pemerintah daerah, dan warga setempat.

Akan tetapi, hal itu dibantah alias diklarifikasi oleh Pastor Paroki Gereja Katolik Santo Joseph Tanjung Balai Karimun RD. Kristono Widodo.


"Tidak benar ada kesepakatan antara pihak keuskupan Pangkal Pinang dan Bupati Kabupaten Karimun tentang relokasl gereja," ucap RD. Kristono Widodo dalam siara pers yang diterima Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (14/2).

Justru yang sebenarnya terjadi, dijelaskan RD. Kristono Widodo, adalah kesepakatan antara Bupati Karimun dengan kelompok masyarakat yang menolak pembangunan, yaitu Forum Umat Islam Bersatu (FUIB) dan APKK, serta beberapa elemen yang bukan diutus oleh Gereja Paroki Santo Joseph.

Kesepakatan itu tejadi dalam sebuah pertemuan yang difasilitasi oleh Kementerian Agama, di Kantor Kementerian Agama RI, Selasa lalu(11/2).

Beberapa pihak yang hadir dalam kesempatan itu adalah, staf khusus Menteri Agama, Ubaidillah Amm, Bupati Karimun Aunur Rafiq, Uskup Keuskupan Pangkal Pinang, Uskup Mgr Adrianus Sunarko, Kakanwil Kementerian Agama Kepri Mukhlissuddin, dan Kepala Kemenag Karimun Jamzuri.

Selain itu, hadir pula Ketua Komisi Hubungan Antar Agama dan Kepercayaan (HAAK) Keuskupan Pangkalpinang RD Agustinus Dwi Pramodo

"Ada upaya memframing opini publik oleh Bupati Karimun atau Pemerintah Daerah dengan seolah-olah telah mengundang oknum umat Katolik, padahal yang bersangkutan sama sekali bukan utusan dan atau otoritas resmi Gereja Katolik," terang RD. Kristono Widodo.

Berdasarkan hal tersebut, Keuskupan Gereja Katolik Santo Joseph Tanjung Balai Karimun menegaskan tidak ada kesepakatan yang dilakukan bersama pihak lain.

Akan tetapi, pihak gereja tengah menghormati proses hukum yang tengah berjalan di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Tanjung Pinang.

"Keuskupan Pangkalpinang meminta semua pihak menghormati proses hukum yang sedang berjalan di PTUN dan mentaati apapun keputusan PTUN," ungkap RD. Kristono Widodo.

Sebelumnya dikabarkan, pembangunan bangunan baru Gereja Paroki Santo Joseph di Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau menuai konflik antar warga. Sebab, sejumlah kelompok masyarakat menolak perluasan rumah ibadah umat kristiani tersebut.

Persoalan ini awalnya ditengarai aksi demo dari sekelompok warga yang mengatasnamakan Forum Umat Islam Bersatu (FUIB) pada 6 Februari silam.

Saat itu, pendemo meminta Pemerintah Kabupaten Karimun untuk merelokasi Gereja Paroki Santo Joseph, dan mengubah fungsi bangunan gereja yang sudah berdiri itu sebagai cagar budaya.

Permintaan itu dituntutkan ke pemerintah daerah tersebut lantaran pembangunan bangunan baru gereja dianggap pendemo tidak mengantongi Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

Padahal secara administratif, pembangunan Gereja Katolik itu telah tercatat mengantongi IMB, yang diterbitkan pemerintah Kabupaten Karimun tertanggal 2 Oktober 2019.

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Gencatan Senjata Iran-AS Hampir Berakhir, Milisi Irak Siaga Penuh

Selasa, 21 April 2026 | 08:19

Dolar AS Terkoreksi: Investor Mulai Lepas Aset Safe-Haven

Selasa, 21 April 2026 | 08:06

Sinergi BNI dan Perempuan NTT: Mengubah Daun Lontar Menjadi Penggerak Ekonomi

Selasa, 21 April 2026 | 07:48

Tim Cook Mundur sebagai CEO Apple

Selasa, 21 April 2026 | 07:35

Refleksi 4 Tahun Prudential Syariah: Mengubah Paradigma Deteksi Dini Kanker

Selasa, 21 April 2026 | 07:27

Emas Dunia Masih Sulit Bangkit di Tengah Kenaikan Harga Minyak

Selasa, 21 April 2026 | 07:16

Kerja Sama Polri-PBB Pertegas Posisi RI dalam Misi Perdamaian Dunia

Selasa, 21 April 2026 | 07:10

Bursa Eropa Merah, Sektor Penerbangan Paling Terpukul

Selasa, 21 April 2026 | 07:05

Relawan Protes JK Asal Klaim soal Jokowi Presiden

Selasa, 21 April 2026 | 06:51

Politik Angka vs Realitas Ekologi: Sungai Tak Bisa Dipimpin Statistik

Selasa, 21 April 2026 | 06:29

Selengkapnya