Berita

Muhammad Syarif Hidayatullah/Net

Nusantara

Demi Keamanan Negara, PB PMII Dukung Keputusan Presiden Jokowi Tolak Pulangkan Eks WNI Simpatisan ISIS

KAMIS, 13 FEBRUARI 2020 | 21:44 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Pemerintah akhirnya memutuskan tidak akan memulangkan simpatisan ISIS ke Indonesia.

Presiden Joko Widodo bahkan secara tegas memberi predikat kepada mereka yang jumlahnya 689 orang itu sebagai eks Warga Negara Indonesia (WNI).

"Saya kira atas dasar keamanan negara, kita mesti mendukung apa yang menjadi keputusan Presiden Jokowi dalam hal ini terkait eks WNI simpatisan ISIS," ujar Ketua Bidang Organisasi dan Kemasyarakatan (OKP) PB PMII, Muhammad Syarif Hidayatullah kepada wartawan, Kamis (13/2).


Terkait dengan adanya informasi bahwa ada beberapa eks WNI simpatisan ISIS yang menyelinap masuk ke Indonesia, Chaliq, sapaan akrab dia, berharap pemerintah harus cepat mengambil tindakan.

"Pemerintah harus cepat mengambil tindakan kepada para eks WNI simpatisan ISIS yang menyelinap. Apalagi pemerintah sudah mengantisipasi kejadian tersebut. Menjaga jalur-jalur perbatasan, termasuk memperketat imigrasi," jelasnya.

Mantan Ketua PMII Sulawesi Selatan ini menyebut, dalam kondisi seperti itu, peran strategis BIN, TNI dan Polri sangat dibutuhkan sebagai benteng keamanan negara.

"BIN, TNI dan Polri adalah benteng negara yang harus kita dukung. Mereka mesti menjalankan keputusan dari Presiden dan amanah undang-undang dalam mengamankan kedaulatan dan keamanan negara," pungkasnya.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Tak Pelihara Buzzer, Prabowo Layak Terus Didukung

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:14

Stasiun Cirebon Dipadati Penumpang Arus Balik Nataru

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:00

SBY Pertimbangkan Langkah Hukum, Mega Tak Suka Main Belakang

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:34

Pilkada Lewat DPRD Cermin Ketakutan terhadap Suara Rakyat

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:26

Jika Mau Kejaksaan Sangat Gampang Ciduk Silfester

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:01

Pilkada Lewat DPRD Sudah Pasti Ditolak

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:37

Resolusi 2026 Rismon Sianipar: Makzulkan Gibran Wapres Terburuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:13

Kata Golkar Soal Pertemuan Bahlil, Dasco, Zuhas dan Cak Imin

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:10

Penumpang TransJakarta Minta Pelaku Pelecehan Seksual Ditindak Tegas

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:38

Bulgaria Resmi Gunakan Euro, Tinggalkan Lev

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:21

Selengkapnya