Berita

Sejumlah tokoh Aceh membahas persiapan kenduri Kebangsaan/Istimewa

Nusantara

Akan Dihadiri Presiden Jokowi, Kenduri Kebangsaan Diharapkan Perkuat Keislaman Dan Keindonesiaan Di Aceh

KAMIS, 13 FEBRUARI 2020 | 20:27 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Yayasan Sukma dan Forum Bersama Anggota DPR RI dan DPD RI asal Aceh akan menggelar Kenduri Kebangsaan di Sekolah Sukma Bangsa, Bireun, Aceh, pada 22 Februari 2020 mendatang.

Anggota dewan dari Fraksi PKS yang merupakan orang asli Aceh, M. Nasir Djamil menyampaikan, Kenduri Kebangsaan dimaksudkan untuk mempererat persatuan seluruh elemen di Aceh, baik politik, pemerintahan dan pemangku kepentingan di sana.

“Dan juga ingin menguatkan sisi ke-Islaman, ke-Indonesiaan yang ada di Aceh. Karena itu, Kenduri Kebangsaan ini dalam pandangan kami menjadi sangat penting,” ujar Nasir di Mess Aceh, Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (13/2).


Acara ini juga direncanakan akan dihadiri Presiden Joko Widodo beserta sejumlah menteri Kabinet Indonesia Maju. Hal ini, lanjutnya, akan menjadi kesempatan baik bagi warga Aceh bertatap muka langsung dan membahas sejumlah kebijakan dengan presiden.

"Kehadiran presiden dan para menteri serta para tokoh masyarakat Aceh yang ada di Jakarta juga diharapkan makin membuat hubungan Aceh dengan pemerintah pusat makin baik,” paparnya.

Salah satu Steering Commitee Kenduri Kebangsaan, Teuku Taufiqulhadi mengatakan, acara tersebut juga untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terkait ke-Acehan sebagai suatu warna dan kekayaan bangsa Indonesia yang harus dijaga dan dikembangkan.

“Kami ingin mempersatukan seluruh elemen masyarakat Aceh,” tambah Taufiqulhadi.

Adapun pemilihan Bireun sebagai lokasi karena sarat sejarah. Wilayah tersebut pernah menjadi ibukota Indonesia dalam kondisi darurat pada zaman penjajahan, meski hanya dalam waktu 48 jam.

“Bireun juga menjadi kota tertua di Aceh,” tandasnya.

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Gencatan Senjata Iran-AS Hampir Berakhir, Milisi Irak Siaga Penuh

Selasa, 21 April 2026 | 08:19

Dolar AS Terkoreksi: Investor Mulai Lepas Aset Safe-Haven

Selasa, 21 April 2026 | 08:06

Sinergi BNI dan Perempuan NTT: Mengubah Daun Lontar Menjadi Penggerak Ekonomi

Selasa, 21 April 2026 | 07:48

Tim Cook Mundur sebagai CEO Apple

Selasa, 21 April 2026 | 07:35

Refleksi 4 Tahun Prudential Syariah: Mengubah Paradigma Deteksi Dini Kanker

Selasa, 21 April 2026 | 07:27

Emas Dunia Masih Sulit Bangkit di Tengah Kenaikan Harga Minyak

Selasa, 21 April 2026 | 07:16

Kerja Sama Polri-PBB Pertegas Posisi RI dalam Misi Perdamaian Dunia

Selasa, 21 April 2026 | 07:10

Bursa Eropa Merah, Sektor Penerbangan Paling Terpukul

Selasa, 21 April 2026 | 07:05

Relawan Protes JK Asal Klaim soal Jokowi Presiden

Selasa, 21 April 2026 | 06:51

Politik Angka vs Realitas Ekologi: Sungai Tak Bisa Dipimpin Statistik

Selasa, 21 April 2026 | 06:29

Selengkapnya