Berita

Ilustrasi/Net

Nusantara

Kampanye Pakai Dana APBD Hukumnya Haram

KAMIS, 13 FEBRUARI 2020 | 04:40 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Beredarnya flyer atau spanduk kampanye dukungan Kepala Bappeko Surabaya Eri Cahyadi, hal ini dinilai telah menyalahi aturan sebagai seorang ASN.

“Tiba-tiba dapat selebaran ini. Bukan hanya di rumah saya, nyebar di mana-mana,” kata Wakil Ketua Fraksi PKB DPRD Surabaya, Mahfudz seperti dikutip Kantor Berita RMOLJatim, Selasa (11/2).

Dia menjelaskan tidak mungkin selebaran dengan jumlah cukup banyak itu tersebar begitu saja. Pasti ada yang mendesain dan kemudian menyebarkan.  


“Kepala Bappeko wajib mundur. Sudah tak etis begini,” kecamnya.

Selama ini, lanjut Mahfudz, Eri selalu beralibi tidak maju. Meskipun poster maupun baliho yang bergambar dia tersebar di mana-mana.

“Kalau nanti tiba-tiba direkom apa perlu dikepruki cangkeme,” tandas Mahfudz kembali.

Modus demikian, imbuh Mahfudz, cara-cara yang dilakukan Eri adalah cara lama. Pura-pura tidak maju, namun ada niatan.

“Makanya alasan selalu seperti ini. Tak ada rekom, tak daftar. Tapi apabila direkom, diberi tugas jadi wali kota mau bagaimana lagi,” tutur pria asal Madura ini.

Karena itu Mahfudz kembali menegaskan agar Eri bersikap jantan.
“Jangan cara masang spanduk di mana-mana tapi bukan saya. Terus siapa?,” bebernya.

Cara ini jelas Mahfudz dianggap sangat tidak fair.

“Dia selama ini ke mana-mana atas nama Bappeko, ada RT kekurangan langsung dikasih besoknya, ada RW kurang dikasih. Kayak dewa,” selorohnya.

Mahfudz memilih bersikap demikian lantaran Eri merupakan seorang ASN. Sehingga harus bersikal netral.

“Eri Cahyadi ke mana-mana melekat sebagai ASN dan menggunakan fasilitas APBD. Ketika dia kampanye dalam tanda kutip otomatis dia pakai dana APBD kan haram hukumnya,” imbuhnya.

Ditanya apakah pernah menemukan secara langsung jika Eri kampanye Mahfudz menjawab belum.

“Kalau kampanye secara terbuka tidak ada memang. Tapi banyak orang Eri pengganti Bu Risma. Membangun opini, membangun narasi, sudah lah kita tahu. Itu bukan saya,” pungkas anggota Komisi B DPRD Surabaya ini.


Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Insentif SPPG Dipangkas, Wamenkeu Senang MBG Terus Lakukan Reformasi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:15

Putra Pandeglang jadi Kapolri, Sejarah Baru bagi Banten!

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:43

Dana Kopdes Rp37 Triliun Sudah di Himbara, Tapi Masih Dikunci Kemenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:20

Bupati Gowa Tidak Ditahan Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Ini Sebabnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:18

Muhadjir Effendy Menyesal Tak Bisa Maksimal Dongkrak Kesejahteraan Guru

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:33

Kasus Alpriado Osmond Diputus PN Tangerang, Hak Asuh Anak Dimenangkan Ibu

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:06

Saatnya Mahasiswa Kritisi Sistem Dominasi "Fraksi" di Parlemen

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:42

Pertamina Patra Niaga Salurkan LPG 3 Kg ke 958 Kopdes Merah Putih

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:31

Asesmen jadi Fondasi Pembinaan Warga Binaan Lapas Cianjur

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya