Berita

Press conference kasus narkoba Lucinta Luna di Polda Metro Jaya/Net

Hukum

Bukan Ditahan Di Rutan Polres Jakbar, Ada Apa Di Balik Kasus Lucinta Luna?

RABU, 12 FEBRUARI 2020 | 22:35 WIB | OLEH: MEGA SIMARMATA

HEBOH soal penangkapan artis Lucinta Luna, ternyata tetap berlanjut.

Ia digelandang ke Rutan Narkoba Polda Metro Jaya pada hari Rabu 12 Februari 2020 malam. Ia tiba pada pukul 21.40 WIB dengan dikawal oleh seorang polwan dan beberapa polisi laki-laki.

Lucinta Luna terus menundukkan kepalanya setibanya di Rutan Polda Metro Jaya. Ia tak bersedia menjawab pertanyaan para wartawan.


Sebenarnya, bukan Lucinta Luna yang perlu ditanya oleh para wartawan, melainkan Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sujana.

Ada apa di balik kontroversi penangkapan Lucinta Luna?

Ada apa sehingga secara mendadak Polda Metro Jaya yang mengambil alih penanganan kasus Lucinta Luna, dengan menahannya di Rutan Narkoba Polda Metro Jaya?

Belum pernah terjadi, tangkapan Polres jajaran ditahan di Rutan Polda Metro Jaya. Biasanya, yang menitipkan tahanan di Rutan Polda Metro Jaya adalah Bareskrim Polri, atau untuk menitipkan tahanan teroris.

Rutan Narkoba Polda Metro Jaya itu adalah tempat penahanan para teroris yang ditangkap Densus 88 Antiteror.

Apakah penahanan Lucinta Luna di Rutan Narkoba Polda Metro Jaya karena Kapolda Metro Jaya dan jajaran Polres Jakarta Barat, sudah mendapat teguran keras dari pimpinan di Mabes Polri atau di Bareskrim karena kelancangan dan kelalaian para penyidik di Polres Jakarta Barat menyebarkan dengan sengaja foto-foto pemeriksaan Lucinta Luna pasca penangkapannya hari Selasa 11 Februari kemarin?

Sebab memang sangat fatal kesalahan Polres Jakarta Barat yang membocorkan semua foto dan video pemeriksaan Lucinta Luna sehingga secepat kilat menyambar semua dokumentasi itu dimuat di media dan akun akun gosip perlambean di media sosial.

Divisi Propam Polri harus turun tangan menyelidiki, siapa yang memerintahkan semua foto dan video pemeriksaan Lucinta Luna dibocorkan ke media dan ke akun akun gosip perlambean pada hari Selasa kemarin.

Ini bukan kasus narkoba yang besar, sebab barang bukti yang diamankan hanya 3 butir pil ekstasi yang konon kabarnya ditemukan di tempat sampah.

Tapi kasus ini di-blow up atau dibesar-besarkan, dengan fokus menyoroti jenis kelamin Lucinta Luna.

Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis, termasuk Kabareskrim Komjen Polisi Listyo Sigit Prabowo, tidak boleh mendiamkan kasus Lucinta Luna ini.

Harus ada sanksi tegas bagi Kapolres Jakarta Barat Kombes Polisi Audie Latuheru karena dengan sengaja telah mengeksplotasi dan mempermalukan seorang warga negara yang diduga melakukan penyalahgunaan narkotika.

Lucinta Luna memang transgender, tapi ia berhak untuk dihargai sebagai seorang manusia. Sebagai anak bangsa, Lucinta Luna tak boleh dicemooh dan dipermalukan oleh aparat penegak hukum.

Betapa sangat memalukan, seolah melakukan penegakan hukum lewat kasus narkoba.

Tapi justru melakukan pelanggaran serius dengan membocorkan dokumentasi pemeriksaan untuk membuat sensasi pemberitaan.

Sementara yang dibocorkan itu adalah rahasia negara, karena proses pemeriksaan di lingkup penyidik kepolisian pun termasuk rahasia negara.

Berikan sanksi sangat tegas kepada Kapolres Jakarta Barat Kombes Pol Audie Latuheru agar bisa menjadi pembelajaran bagi seluruh Polres jajaran di lingkungan Polda Metro Jaya, juga bagi Polres lainnya di seluruh Indonesia.

Bekerjalah secara profesional dan penuh integritas.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Sopir BYD Penyebab Tabrakan Beruntun di Jaksel jadi Tersangka

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:52

Asuransi Tugu Pratama Indonesia Digugat Rp3,51 Miliar ke PN Jaksel

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:27

Sukseskan Kemandirian Pangan, Petani Adat Wanam Butuh Pendampingan

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:10

DPO Illegal Tapping Pertamina EP Jambi Sukses Diringkus Berkat Sinergitas

Senin, 26 Oktober 2026 | 04:50

TNI Kirim 4,6 Ton Dry Ice ke Banjarmasin dan Palembang Sukseskan OMC Akhiri Karhutla

Senin, 26 Oktober 2026 | 04:25

Refleksi Kisah Nabi Musa AS dan Fir'aun dalam 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

Senin, 26 Oktober 2026 | 03:34

Walkot Bandung Kedepankan Koordinasi Sikapi Bentrokan Berdarah Pasar Caringin

Senin, 26 Oktober 2026 | 03:14

Startup Binaan IPB Raih Potensi Kerja Sama Rp1 Miliar Tembus Pasar Oman

Senin, 26 Oktober 2026 | 02:47

Dari Nasionalisme ke Tata Kelola dan Reformasi Pasar Modal Indonesia

Senin, 26 Oktober 2026 | 02:17

Boris Tampubolon Beri Tiga Alasan Pasal Kerugian Negara Harus Direvisi

Senin, 26 Oktober 2026 | 01:43

Selengkapnya