Berita

Jaya Suprana/Net

Jaya Suprana

Hebatnya Kita Orang Indonesia!

SENIN, 10 FEBRUARI 2020 | 20:23 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

SEBAGAI warga Indonesia pendiri Perhimpunan Pencinta Humor serta penggagas Humorologi, saya mengagumi daya-humor bangsa Indonesia yang menurut keyakinan saya tergolong paling hebat di planet bumi ini. Bangsa Indonesia memiliki humor sebagai senjata pamungkas untuk menghadapi berbagai masalah.

Dengan humor, bangsa Indonesia menggelorakan naluri survival demi menanggulangi apa pun masalah yang dihadapi.

Menertawakan Diri Sendiri


Sementara bangsa-bangsa lain cemas menghadapi marabahaya virus Corona, maka bangsa Indonesia menghadapinya dengan gelak tawa menertawakan diri sendiri. Secara naluriah psiko kultural, tampaknya bangsa Indonesia memang sadar bahwa senjata terampuh untuk menanggulangi musibah adalah gelak tawa menertawakan bukan orang lain, tetapi justru diri sendiri.

Maka dalam menghadapi ancaman malapetaka virus Corona, alih-alih membiarkan diri dirundung cemas, bangsa Indonesia kreatif menciptakan sebuah maklumat humor yang kemudian lincah beredar merajalela lewat berbagai media medsos sebagai berikut:

Hebat!

Hebatnya kita orang Indonesia masih bebas virus Corona meski banyak negara sudah kena! Mari kita berpikir sedikit gila tapi masih dalam koridor fakta. Virus Corona bisa jadi sebenarnya sudah masuk ke tubuh orang Indonesia. Tetapi si virus kebingungan karena begitu banyak antibody. Orang Indonesia itu mayoritas kebal dengan virus begituan. Mau virus flu Singapore kek, flu Hongkong kek, flu Mumbay kek, virus Mars kek, dsb...

Karena kita hidup di negara tropis dengan kelembaban yang sangat tinggi, di mana-mana bermukim jamur, dan udara kotor, jadi tubuh kita jauh lebih kebal daripada bukan orang Indonesia.

Orang Eropa kena flu, banyak yang mati. Coba kita yang kena flu, mau sampai ingus warna ijo pun ya tetap bisa hahahihi. Orang Jepang kena bakteri eColi, langsung keok. Kita kalau kena bakteri eColi, paling banter ya mencret-mencret doank! Karena sudah kebiasaan dari jaman masih bocah beli es pinggir jalan, pake air mentah dan es batunya juga bikinnya pake air kali yang banyak bakteri eColinya. Itu belum lagi tubuh juga dah digembleng tiap hari hadapin borax, formalin, pewarna pakaian, plastik, pengental semen, dsb. Pokoke badan orang indo dah tahan banting.

Bayangkan, mana berani bangsa lain meniru 100 sendok piring gelas cuma dicuci dengan air 1 ember saja. Minyak goreng campur plastik biar crispy. Limbah diimpor untuk jadi bahan bakar produksi tahu di Sidoarjo. Ayam yang sudah sakit mau mati dijual dan tentu akhirnya dimakan orang juga.

Makan usus, jantung, paru, brutu, darah, leher, isi di kepala dan semua di tubuh hewan kecuali bulunya. Gula sintetis sudah jadi asupan harian. Tanpa micin rasa tak menjadi sedap. Tanpa cabai banyak-banyak, makan tak terasa nendang. Mulai dari asap knalpot, obat nyamuk, rokok sampai debu juga disedot. Di Jakarta, kerak telur dijual dan digoreng 40 cm di atas tanah, di tepi jalan raya yang pasti ramai dan tidak peduli sebelumnya banjir luapan septic tank dan air kali.

Makan pakai tangan yang cuma dicelupkan ke air. Dan kebiasaan-kebiasaan lain yang malah sekaligus menjadi prestasi. Jika ada orang Indonesia terpapar corona virus di Indonesia, kemungkinan besar dia tidak memiliki gaya hidup seperti tersebut di atas! Apalagi makanan kita rawon setan, nasi goreng gila, mie petir sambel mercon! Wes kuat tenan lah kita-kita ini!

So jangan takut, apalagi sampai terintimidasi roh ketakutan apa pun.

Humor

Kesaktian humor bangsa Indonesia makin mandraguna tiada tara serta tiada dua di planet bumi ini, masih ditambah semangat Bhinneka Tunggal menggalang kesatuan dan persatuan keanekaragaman humor di persada Nusantara, mulai dari humor Sabang, humor Betawi, humor Sunda, humor Punakawan, humir Ngapak, humor Srimulatan, humor Maluku, humor Malumu sampai humor Merauke menjadi suatu kedigdayaan daya humor luar biasa dahsyat demi menghadapi berbagai masalah yang senantiasa mengancam kehidupan umat manusia termasuk bangsa Indonesia!
MERDEKA!

Penulis adalah warga Indonesia pendiri Perhimpunan Pencinta Humor serta penggagas penelitian Humorologi

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Golkar: Jokowi Ikut Tren MBG karena Dekat dengan Dunia Warganet

Senin, 01 Juni 2026 | 13:12

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

UPDATE

Nicko Widjaja: Investasi ke TaniHub Bukan Kehendak Pribadi

Kamis, 04 Juni 2026 | 22:07

Bos BEI Minta Investor Tidak Panik saat IHSG Anjlok

Kamis, 04 Juni 2026 | 21:57

Di Tengah Gejolak Global, Investor AS Tetap Lirik Peluang di Bali

Kamis, 04 Juni 2026 | 21:56

Pimpinan Baru BGN Fokus Optimalkan MBG ke Daerah 3T

Kamis, 04 Juni 2026 | 21:36

Istana Beri Sinyal Said Iqbal Bakal Masuk Kabinet

Kamis, 04 Juni 2026 | 21:29

Kejagung: Dapur MBG Afiliasi Dadan Cs Tetap Jalan

Kamis, 04 Juni 2026 | 21:22

Legislator PDIP Dorong Kejelasan Skala Prioritas Kurikulum Nasional

Kamis, 04 Juni 2026 | 21:19

Sinergi Polda Sumsel, PTPN IV Optimalkan Sistem Pengamanan Aset Perkebunan

Kamis, 04 Juni 2026 | 21:19

Kepala dan Dua Wakil BGN Baru Dilantik Senin Besok

Kamis, 04 Juni 2026 | 21:17

Sesuai Survei, Kinerja Pertamina Berhasil Jaga Stabilitas Ekonomi Nasional

Kamis, 04 Juni 2026 | 21:13

Selengkapnya