Berita

Lokai Karantina WNI di Natuna/Net

Kesehatan

Air Kotor Penyebab WNI Yang Dikarantina Di Natuna Alami Diare Dan Gatal -gatal.

SENIN, 10 FEBRUARI 2020 | 06:18 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Beberapa WNI yang saat ini sedang dikarantina di Natuna mengalami diare dan gatal-gatal. Bahkan beberapa petugas pendamping pun mengalami hal yang sama.

Ternyata penyebab diare dan gatal-gatal itu karena air di lokasi penampungan tidak bersih.

Sekretaris Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes Achmad Yurianto memastikan hal itu karena air yang digunakan sehari-hari.


"Kemarin itu kita baru, tandon air bawah tanah itu kan tidak pernah dipakai. Begitu volume air yang dibutuhkan tinggi sekali, ngisap air bawah tanahnya banyak, airnya kotor," terangnya, sekaligus menepis isu penyebab sakit para WNI itu karena virus corona, Minggu (9/2).

Yurianto menegaskan, sampai saat ini secara keseluruhan kondisi 238 WNI itu dalam keadaan baik  Mereka selalu dipantau kesehatannya oleh tim medis. Berbagai aktivitas pun mereka lakukan selama menjalani karantina, seperti berolahraga, belajar, dan lain-lain.

"Sehat, baik-baik saja, kan sejak datang mereka sehat, orang sehat yang kemudian kita jaga terus agar sehat, hari ini tadi saya dapat laporan di sana pagi itu masuk semi final futsal [Kegiatan WNI di Natuna]" terang Yurianto.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Warga Gembira TransJakarta Layani Rute Kepulauan Seribu

Selasa, 11 Agustus 2026 | 06:10

KPK Temukan Dokumen Pengurusan Perkara Lain di Rumah Ayah Iptu Setya Budi Dias

Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:18

UPDATE

Rakornas BEM KSI Bawa Misi Besar

Jumat, 21 Agustus 2026 | 20:08

BNPB Catat 8 Provinsi Terjadi Karhutla Selama 2 Hari, Wilayah IKN Jadi Prioritas

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:52

Menkop Dorong Anak Muda Malang Bentuk Koperasi untuk Perkuat Usaha

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:51

Gus Yaqut Seret Pemerintah Arab Saudi demi Bantah Dakwaan KPK

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:48

Kinerja Menhut Atasi Karhutla Dipertanyakan, Hukum Cuma Tajam ke Bawah?

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:34

BRI Group Kelola Ekosistem Emas 153 Ton melalui Ekosistem Ultra Mikro

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:23

Belajar dari Kehancuran Harappa

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:09

Pertarungan Para King Maker dan Super-Konektor Belakang Layar Pilpres 2029

Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:29

Petinggi PT Pakuwon Jati Diperiksa KPK

Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:28

Semua Elemen Masyarakat Harus Jaga Jakarta Tetap Kondusif

Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:05

Selengkapnya