Berita

Obama dan Xi Jinping/net

Publika

Future War Between China-America

MINGGU, 09 FEBRUARI 2020 | 16:55 WIB | OLEH: ZENG WEI JIAN

ADA yang prediksi; Pasific is future war. "Thucydides Trap" jadi landasan teoritiknya.

Situasi di mana ada "ruling" & "rising" power. Amerika is the ruling power. China is on her rise. Status quo mulai berubah.

Greek historian Thucydides menjelaskan, “It was the rise of Athens and the fear that this instilled in Sparta that made war inevitable.”


Kebangkitan China dan kecemasan Amerika membuat perang tak bisa dihindari. Selama 500 tahun terakhir, ada 16 kasus "rising power" mengancam eksistensi "the ruling one". Twelve of these ended in war.

Hot bed Perang Pasific; North Korea, Taiwan dan South China Sea.

China-Amerika dinilai berada dalam posisi near-war footing dan rebutan supremasi geostrategis. China menolak tuduhan ini. Beijing berulang kali menyatakan tidak hendak mengubah status quo & international system.

Mispersepsi dan bureaucratic dysfunction bisa trigger akselarasi krisis militer sehingga menyeret Amerika dan China terlibat "unwanted war".

Akselerasi progress militer China tercepat di dunia. Setelah punya nuklir, tiba-tiba produksi Jet Fighter Gen 4-5. Sekarang sedang mengembangkan teknologi hypersonic missile, stealt bomber & drone. China negara kedua setelah Amerika yang sanggup menembak satelit dengan laser beam.

Amerika menuding China mencuri informasi rahasia dengan cyber attacks. Pedagang senjata menyatakan J-20 Stealth Fighter copycat F-22 Raptor.

Padahal Korean KF-X, Japanese F-3 dan Mitsubishi X-2 Shinshin, Turkish TF-X atau Indian AMCA juga mirip F-22 dan F-35 Joint Strike.

Bomber TU-160 Russia serupa dengan B1-B Amerika. Entah siapa yang mengadopsi dan ditiru.

Selama usia 300 tahun, Amerika terlibat 28 Perang. Dari American Revolution sampai Iraq War.

Sampai tahun 2013 US Special Operations Command melancarkan operasi militer di 134 negara; termasuk involved in combat, special missions, or advising and training foreign forces.

Sedangkan China History is the history of wars. Ada ribuan perang sepanjang sejarah China.

Pasca incursion China ke Hanoi tahun 1979, China tidak pernah terlibat perang. Kemampuan tempur militer & teknologinya diselimuti misteri.

Deng Xiao Ping mengubah konsep Mao's people war menjadi digitized war. Memodernisasi alat perang adalah fokus utamanya.

Analis militer Amerika meyakinkan diri menang dari China di Perang Pasific. Kebrutalan Amerika di Middle East buktinya.

Tetapi Asia Pasific adalah medan lain. Amerika ngga punya pengalaman di situ. Tidak ada kekuatan militer sekuat China di Middle East. Mesin perang Amerika tersebar di seluruh dunia. Butuh effort besar memobilisasi dan mengkonsentrasikan mesin tempur ke Pasific. Sedangkan Pangkalan Militer Guam dalam jangkauan rudal balistik China.

Segolongan hardliner Amerika kuatir full scale war antara China & Amerika akan pecah 30 tahun lagi.

China punya target menyertakan Taiwan di Ultah 100 PRC pada tahun 2049. Opsi militer akan ditempuh apabila soft approach dan one country three system tetap ditolak elemen pemberontak Taiwan.

Saat ini, Neither Washington nor Beijing regards the other as its principal enemy. Semoga terus begitu.

Ingat...!! War between nuclear superpowers is MADness. MAD akronim "mutual assured destruction".

Penulis adalah anggota Komunitas Tionghoa Anti Korupsi (Komtak)

Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Tak Hanya Mobil Listrik, Hybrid Juga Diusulkan Bebas Ganjil-Genap

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:31

Kabinet Watch Penting untuk Ruang Dialog Menteri dan Kelompok Kritis

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:25

Dumai Transshipment Hub: Ujian Geopolitik Maritim Indonesia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:17

Laba Emiten Naik 15 Persen, Danantara Minta Investor Tak Terpaku Sentimen Pasar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:16

Apple Siap Gelar Acara Pro and Tell Akhir Oktober 2026

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:09

12.000 Lowongan Kerja Dibuka di Jakarta untuk Semua Kalangan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:08

BAZNAS dan Ruang Amal Indonesia Antarkan 47 Mustahik ke Dunia Kerja

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:06

KPK Bakal Secepatnya Kembali Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:48

Wacana Dumai Transshipment Hub Perlu Dukungan, Pelindo Harus Lebih Bertaring di Selat Malaka

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:47

Terancam Turun Kelas, Danantara Akui Sentimen MSCI Tak Bisa Dianggap Enteng

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:33

Selengkapnya