Berita

Mardani Ali Sera/Net

Politik

Jokowi Minta Masyarakat Tidak Kufur Nikmat Ekonomi 5 Persen, Anggota DPR: Salah Logika!

JUMAT, 07 FEBRUARI 2020 | 18:54 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Pernyataan Presiden Joko Widodo yang meminta masyarakat tidak kufur nikmat dengan capaian pertumbuhan ekonomi di atas angka 5 persen, dinilai keliru.

Pasalnya, banyak yang merasa tidak puas dengan angka 5 persen. Apalagi angka itu justru menunjukkan fakta pengangguran masih meningkat.

Demikian disampaikan Ketua DPP PKS, Mardani Ali Sera usai mengisi diskusi di Dewan Nasional-Pergerakan Indonesia Maju (DN-PIM), di kawasan Pejaten, Jakarta Selatan, Jumat (7/2).


"Ketika banyak yang tidak puas 5 persen dengan penduduk kita yang seperti ini, pengangguran menjadi bertambah, sehingga orang teriak. Ini bukan tidak syukur nikmat, salah itu logikanya, salah buat saya," tegas anggota DPR RI ini.

Mardani Ali Sera menilai wajar jika masyatakat masih banyak yang belum puas dengan capaian angka ekonomi 5 persen. Terlebih, Presiden Jokowi pada periode pertamanya berjanji, mengupayakan pertumbuhan ekonomi di angka 7 persen.

"Kalau tidak tercapai ya harus dicari sebabnya apa?" kata politisi PKS ini.

Lebih jauh, Mardani Ali Sera menyatakan salah satu penyebabnya adalah, upaya pemberantasan korupsi di Indonesia belum berjalan maksimal.

"Salah satu sebabnya menurut saya pemberantasan korupsi kita tidak tercapai," tutup dia.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Steve Hanke Ungkit Lagi Keputusan IMF 1998, Klaim Rupiah Bisa Setara Dolar AS

Selasa, 30 Juni 2026 | 08:12

Gibran Ingin Generasi Muda Jadi Perekat Persatuan Bangsa

Selasa, 30 Juni 2026 | 08:06

Komut Pertamina Mochamad Iriawan Pastikan Kesiapan SAF dan Operasional B50 di Jawa Timur

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:57

Wall Street Berpesta! Dow Cetak Rekor

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:53

Nasib Nadiem Ditentukan di Sidang Vonis Hari Ini

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:42

Kekayaan AHY Naik Hampir Enam Kali Lipat, Kini Tembus Rp118,65 Miliar

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:29

STOXX 600 Menguat Tipis, Saham Teknologi dan Energi Topang Bursa Eropa

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:24

Jerman Tumbang, Paraguay Melaju ke Perempat Final Piala Dunia 2026

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:14

Pimpin BEI 2026-2030, Jeffrey Hendrik Targetkan Pasar Modal Indonesia Tembus 10 Besar Dunia

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:02

Dana GCA Diklaim Bisa Stabilkan Nilai Tukar Rupiah

Selasa, 30 Juni 2026 | 06:48

Selengkapnya