Berita

Riezky Aprilia (kiri)/RMOL

Politik

Diperiksa KPK 4 Jam, Riezky Aprilia Ngaku Tidak Kenal Harun Masiku

JUMAT, 07 FEBRUARI 2020 | 15:19 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Anggota DPR RI dari Fraksi PDIP, Riezky Aprilia memenuhi panggilan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi kasus dugaan suap pergantian anggota DPR RI 2019-2024.

Riezky Aprilia tiba di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan pada pukul 09.30. Dia diperiksa penyidik selama 4 jam dan baru keluar pada pukul 13.45.

Usai diperiksa, Riezky Aprilia mengaku dicecar terkait kasus yang menjerat Komisioner KPU Wahyu Setiawan dan politisi PDIP Harun Masiku yang satu dapil dengannya di Sumsel I.


"Ya pasti kan terkait ini, terkait kasus yang sedang apa, terkait WS dan Harun ya. Tapi detailnya saya ngga mau jawab, silakan tanya ke penyidik ya," ujarnya kepada wartawan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Jumat (7/2).

Saat ditanyai terkait Pergantian Antarwaktu (PAW) anggota DPR RI, Riezky mengaku tak mengetahui persoalan tersebut. Ia hanya menyerahkan hal tersebut kepada PDIP.

"Intinya, saya tidak tahu menahu masalah urusan PAW ini, karena saya tahunya saya kerja untuk Sumatera Selatan, buat konstituen saya sesuai amanat partai," katanya.

Bahkan, Riezky pun mengaku tak mengenal Harun Masiku yang merupakan tersangka suap yang masih buron itu.

"Kalau Harun, saya kenal juga enggak sama dia, bagaimana mau komunikasi gitu loh? Satu sumsel bukan berarti saya kenal kan?," ungkapnya.

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan empat orang tersangka yakni Komisioner KPU Wahyu Setiawan, politisi PDIP Harun Masiku, mantan anggota Bawaslu Agustiani Tio Fridelina dan Saeful Bahri.

Keempatnya ditetapkan tersangka usai KPK melakukan penangkapan kepada Wahyu Setiawan pada Rabu (8/1) kemarin. Di mana, Wahyu Setiawan dan Agustiani disebut sebagai pihak penerima suap, sedangkan Harun dan Saeful disebut sebagai pihak pemberi suap.

Keberadaan Harun Masiku masih belum diketahui. Padahal Direktorat Jenderal Imigrasi, Kemenkumham sudah memastikan Harun Masiku ada di Indonesia sejak Selasa (7/1) atau sehari sebelum terjadinya penangkapan pada Wahyu Setiawan.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Steve Hanke Ungkit Lagi Keputusan IMF 1998, Klaim Rupiah Bisa Setara Dolar AS

Selasa, 30 Juni 2026 | 08:12

Gibran Ingin Generasi Muda Jadi Perekat Persatuan Bangsa

Selasa, 30 Juni 2026 | 08:06

Komut Pertamina Mochamad Iriawan Pastikan Kesiapan SAF dan Operasional B50 di Jawa Timur

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:57

Wall Street Berpesta! Dow Cetak Rekor

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:53

Nasib Nadiem Ditentukan di Sidang Vonis Hari Ini

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:42

Kekayaan AHY Naik Hampir Enam Kali Lipat, Kini Tembus Rp118,65 Miliar

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:29

STOXX 600 Menguat Tipis, Saham Teknologi dan Energi Topang Bursa Eropa

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:24

Jerman Tumbang, Paraguay Melaju ke Perempat Final Piala Dunia 2026

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:14

Pimpin BEI 2026-2030, Jeffrey Hendrik Targetkan Pasar Modal Indonesia Tembus 10 Besar Dunia

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:02

Dana GCA Diklaim Bisa Stabilkan Nilai Tukar Rupiah

Selasa, 30 Juni 2026 | 06:48

Selengkapnya