Berita

Anggota ISIS/Net

Politik

Pemulangan Kombatan ISIS Jadi PR Kemenag Pertahankan Ideologi Pancasila

JUMAT, 07 FEBRUARI 2020 | 00:42 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Rencana pemulangan 600 Warga Negara Indonesia (WNI) yang tergabung ke dalam jaringan Islamic State of Iraq and Suriah alias ISIS menuai pro-kontra di muka publik.

Dari kalangan akademisi, yakni Dosen Politik Universitas Al-Azhar Indonesia, Ujang Komarudin, rencana Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) ini dikhawatirkan bisa memengaruhi ideologi Pancasila.

"Negatifnya, dikhawatirkan mereka (kombatan ISIS) akan memengaruhi yang lain," ujar Ujang Komarudin saat dihubungi Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (6/1).


Kendati demikian, terlepas dari perdebatan yang mencuat, ia mengapresiasi keberanian pemerintah dalam hal menjamin hak kewarganegaraan WNI yang terpapar ISIS ini.

"Jadi negara bisa membina mereka agar bisa kembali ke pangkuan NKRI dengan menerima Pancasila sebagai ideologi negara," tuturnya.

Sebagai tindak lanjutnya, Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) ini memberikan catatan kepada Kementerian Agama untuk membina secara intensif guna memastikan penyeberan paham ISIS di Indonesia tidak akan terjadi kembali.

Sebab bagaimanapun, ISIS memiliki ideologi Islam keras yang tak sesuai dengan karakteristik Islam nusantara.

"Dalam hal ini Depag (Kementerian Agama) harus menjamin pemulangan 600 WNI tersebut agar tidak mengganggu dan tidak memengaruhi warga negara yang lain. Ini tugas negara mengembalikan dan menyadarkan mereka," tandasnya.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Steve Hanke Ungkit Lagi Keputusan IMF 1998, Klaim Rupiah Bisa Setara Dolar AS

Selasa, 30 Juni 2026 | 08:12

Gibran Ingin Generasi Muda Jadi Perekat Persatuan Bangsa

Selasa, 30 Juni 2026 | 08:06

Komut Pertamina Mochamad Iriawan Pastikan Kesiapan SAF dan Operasional B50 di Jawa Timur

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:57

Wall Street Berpesta! Dow Cetak Rekor

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:53

Nasib Nadiem Ditentukan di Sidang Vonis Hari Ini

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:42

Kekayaan AHY Naik Hampir Enam Kali Lipat, Kini Tembus Rp118,65 Miliar

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:29

STOXX 600 Menguat Tipis, Saham Teknologi dan Energi Topang Bursa Eropa

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:24

Jerman Tumbang, Paraguay Melaju ke Perempat Final Piala Dunia 2026

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:14

Pimpin BEI 2026-2030, Jeffrey Hendrik Targetkan Pasar Modal Indonesia Tembus 10 Besar Dunia

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:02

Dana GCA Diklaim Bisa Stabilkan Nilai Tukar Rupiah

Selasa, 30 Juni 2026 | 06:48

Selengkapnya