Pelantikan PNS Mensesneg/Net
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno melantik 116 Pegawai Negeri Sipil (PNS) Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) dan Sekretariat Kabinet (Setkab) di Aula Serbaguna Gedung III Kemensetneg, Rabu (5/2).
Sebanyak 82 PNS Kemensetneg dan 34 PNS Setkab, mengucapkan sumpah PNS dengan khidmat dilanjutkan dengan penandatanganan Berita Acara Sumpah PNS yang diwakili oleh Felicia Joe sebagai PNS Kemensetneg dan Faqih Addien Al-Haq sebagai PNS Setkab.
Para PNS baru tersebut merupakan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Tahun Pengadaan 2018 dan telah menjalani Pelatihan Dasar (Latsar) selama kurang lebih setahun.
“Kalau anda bisa memanfaatkan native digital anda, be creative, be innovative, you have the freedom to think, you have the freedom to design, apa yang lebih baik untuk kami, untuk kita. Mari ciptakan lompatan besar di Kementerian ini. Kami semua bekerja dan berusaha keras untuk memberikan ruang belajar ke anda,†ucap Pratikno penuh semangat di hadapan para PNS baru.
Sesuai Keputusan Mensesneg Nomor 20 Tahun 2020, terhitung mulai tanggal 1 Februari 2020, PNS baru berhak atas penghasilan yang sah berdasarkan ketentuan yang berlaku.
Dalam kesempatan itu, Pratikno berkesempatan menguraikan perencanaan kerja di ibu kota baru. Menurutnya, ibu kota baru merupakan jawaban terhadap transformasi cara kerja baru.
“Ibu kota baru bukan semata-mata memindahkan kantor pemerintahan. Ibu kota baru adalah transformasi besar-besaran dan transformasi cara hidup,†ujar Pratikno, seperti dalam keterangan resminya.
“Karena kita ingin menjadikan ini soul. Soul sebuah kultur baru, soul sebuah teknologi baru, soul sebuah cara kerja baru for the world. Jadi, kita ingin ibu kota baru itu menjawab permasalahan dunia dan kita ingin menjadi tren," ujar Pratikno.
"Sebuah kerja yang sangat tren yang tentu saja bukan hanya sebuah kota baru yang kita bangun tetapi cara baru untuk membangun kota itu. Bukan hanya cara baru untuk membangun kota tetapi juga cara baru kita bekerja,†lanjut rektor Universitas Gadjah Mada yang ke 14 ini.
Pratikno mengimbau agar pegawai berupaya menyederhanakan cara kerja dengan menerapkan deregulasi, debirokratisasi, dan automatisasi berbasis teknologi dan artificial intelligence. Ia pun berpesan kepada para PNS baru sebagai native digital generation dan tamu undangan yang hadir bahwa indikator kehebatan bekerja harus diubah karena creativity tidak akan tercipta tanpa happiness.
“Yang membuat kita survive menghadapi tantangan zaman bukan karena kita menguasai konten tetapi karena kita punya karakter dan tools untuk belajar,†ujar Pratikno.