Berita

AHY dan Presiden Joko Widodo/Net

Politik

Pengamat: Selain Kursi Ketum, Muara Safari AHY Masih Untuk Pilpres

KAMIS, 06 FEBRUARI 2020 | 03:42 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Safari yang dilakukan Wakil Ketua Umum Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) berbalut konsolidasi Pilkada 2020 tak bisa dilepaskan dari dua agenda besarnya, yakni Pilpres 2024 dan kursi Ketua Umum Demokrat yang akan diperebutkan dalam Kongres tahun ini.

Demikian disampaikan Director Survei and Polling Indonesia (SPIN), Igor Dirgantara. Menurutnya, dengan berjayanya Demokrat di Pilkada 2020, maka peluang AHY berkontestasi di Pilpres 2024 sangat besar.

"Jika Demokrat berjaya tentu peluang AHY menjadi Capres-Cawapres di 2024 terbuka lebar," kata Igor kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (5/2).


Hal lain yang tengah dituju putra sulung Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini adalah kursi Ketum. Safari politik AHY, jelasnya, adalah bentuk sowan dan ikhtiarnya menjadi Ketum Demokrat 2020-2025 pada Kongres yang akan datang.

"Dengan menjadi Ketum Demokrat, posisi AHY secara faktual akan lebih diperhitungkan sebagai salah satu pemimpin nasional potensial dari unsur Parpol pasca Jokowi lengser 2024 nanti," tegasnya.

Tak hanya itu, Demokrat juga akan makin diperhitungkan jika selama lima tahun ke depan bisa mengisi kekosongan figur oposisi yang kini ditinggalkan Partai Gerindra.

"Jika menjadi Ketum baru Demokrat, 'branding politik' AHY sebagai pemimpin muda potensial berikutnya juga akan lebih mudah dilakukan. Hanya ini strategi yang rasional bagi Demokrat untuk memperkuat peluang AHY sebagai 'one of the real next leader' Indonesia ke depan," tutupnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Nasdem Ingatkan Ancaman El Nino dan Dampak Geopolitik ke Pangan Nasional

Selasa, 07 April 2026 | 14:17

Istana Kaji Wacana Potong Gaji Menteri, Belum ada Keputusan

Selasa, 07 April 2026 | 14:14

Pemerintah Genjot Biofuel untuk Redam Dampak Kenaikan Harga Pangan

Selasa, 07 April 2026 | 14:02

Benteng Etika Digital: Pemerintah Godok Dua Perpres untuk Jinakkan Risiko AI

Selasa, 07 April 2026 | 13:53

KPK Panggil Petinggi 5 Perusahaan Travel Haji

Selasa, 07 April 2026 | 13:34

Seruan Saiful Mujani Tak Digubris, Istana: Prabowo Fokus Agenda Strategis

Selasa, 07 April 2026 | 13:33

Monitoring Ketat Jadi Kunci WFH ASN Tetap Produktif

Selasa, 07 April 2026 | 13:21

Pemerintah Klaim Ketahanan Pangan Nasional Stabil hingga 11 Bulan ke Depan

Selasa, 07 April 2026 | 13:17

Jangan Adu Domba Rakyat dengan Pemerintah Soal BBM

Selasa, 07 April 2026 | 13:11

Kasus Suap Pemkab Bekasi: KPK Periksa Istri Ono Surono Sebagai Saksi

Selasa, 07 April 2026 | 13:08

Selengkapnya