Berita

Rapat kerja Komisi IX dan Kemenkes/RMOL

Politik

Komisi IX Pertanyakan Koordinasi Kementerian Hingga Pemerintah Daerah Soal Penolakan Karantina Di Natuna

SENIN, 03 FEBRUARI 2020 | 14:10 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Gelombang penolakan dari warga Natuna, Kepulauan Riau terhadap 238 orang warga yang hingga saat ini masih dikarantina pasca evakuasi dari Wuhan, China, menjadi polemik tersendiri.

Anggota Komisi IX DPR RI, Sri Kustina mempertanyakan bagaimana koordinasi dan komunikasi antara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bersama Kementerian lain hingga Pemerintah Daerah (Pemda).

"Kasus Corona ini tidak bisa dihandling sendiri menurut saya. Harus ada kerjasama antara Imigrasi, Kemenlu, Kemenhub, Kemendagri, Pemda, dan banyak stakeholder," kata Kustina saat rapat kerja bersama Menteri Kesehatan dr Terawan beserta jajaran, Senin (3/2).


Legislator Partai Nasdem itu menilai reaksi dari warga Natuna secara spontan dinilai wajar. Pasalnya, koordinasi antar kementerian dengan pemda secara khusus dinilai kurang intens sehingga masyarakat ketakutan.

"Ini karena masalah komunikasi dan koordinasi. Sejauh mana pada saat sebelum pemulangan dan saat landing itu seluruh jajaran Pemda dilibatkan secara totaly. Tidak hanya sekedar diinformasikan, tetapi dilibatkan. Sehingga bisa membantu menenangkan masyarakat," tegasnya.

Lebih lanjut, Kustina menyarankan agar Kemenkes dalam hal ini sedianya berkoordinasi lintas kementerian dan kepala daerah setempat. Kemudian, Kemenkes mesti memberikan informasi secara berkala dengan cepat dan dapat dimengerti oleh masyarakat.

"Nah ini mungkin perlu ditingkatkan koordinasi lintas kementerian terkait. Memberikan warning terhadap warga negaranya, updating tentang perkembangan apa yang sudah dilakukan dilakukan pemerintah terhadap virus Corona ini," jelasnya.

"Ini sangat penting sekali membuat ketenangan warga," demikian Kustina.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Langgar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

UPDATE

Komisi XIII DPR Soroti Perlindungan Hukum Pelaku Usaha yang Tabrak Aturan

Senin, 29 Juni 2026 | 12:22

Ketika Jalanan Pindah ke Dalam Genggaman

Senin, 29 Juni 2026 | 12:07

Gaya Komunikasi Presiden Prabowo Berisiko Menenggelamkan Kinerja Pemerintah

Senin, 29 Juni 2026 | 12:01

KPK Periksa Saksi Swasta dalam Kasus Gratifikasi Produksi Batu Bara di Kukar

Senin, 29 Juni 2026 | 11:54

Harga Bapok Kompak Anjlok, Telur Ayam Turun Jadi Rp28.850/Kg

Senin, 29 Juni 2026 | 11:32

Kasus YTR Jadi Alarm, Garnita NasDem Minta Negara Perkuat Perlindungan Perempuan

Senin, 29 Juni 2026 | 11:15

Safari Politik Jokowi Dibungkus Ritual Adat untuk Dongkrak Publisitas PSI

Senin, 29 Juni 2026 | 11:13

Petugas Haji Masih Bersiaga hingga Kepulangan Kloter Terakhir

Senin, 29 Juni 2026 | 11:07

Kenaikan Beruntun CPO Malaysia Didorong Sentimen Minyak Global

Senin, 29 Juni 2026 | 10:57

Prabowo Ingatkan Ancaman AI, Akademisi Diminta Antisipasi Dampaknya

Senin, 29 Juni 2026 | 10:52

Selengkapnya