Berita

Gus Sholah saat bersama dengan Ketua Fraksi PKS, Jazuli Juwaini (tengah)/Istimewa

Politik

Gus Sholah Wafat, PKS Kehilangan Orang Tua Sekaligus Panutan Bangsa

SENIN, 03 FEBRUARI 2020 | 07:35 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Wafatnya pengasuh pondok pesantren Tebuireng, KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah menjadi sebuah kehilangan yang dirasakan Ketua Fraksi PKS, Jazuli Juwaini.

"Atas nama pribadi dan keluarga besar Fraksi PKS DPR, kami merasa sangat kehilangan beliau. Kami sampaikan duka cita mendalam untuk keluarga yang ditinggalkan, Ibu Nyai, putra-putri beliau dan seluruh keluarga besar semoga diberi kesabaran dan keikhlasan," ungkap Jazuli dalam keterangan tertulisnya, Senin (3/2).

Bukan tanpa alasan dirinya merasa kehilangan. Sebelumnya ia kerap berkunjung dan silaturahmi untuk meminta nasihat mengenai masalah keumatan. Bahkan cucu pendiri NU, Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy'ari itu sudah dianggap sebagai orang tua PKS.


"Beliau selalu terbuka menerima kami, membesarkan hati kami, dan selalu mendukung perjuangan kami. Nasihat-nasihatnya selalu menyejukkan, mengayomi dan menyatukan umat bangsa dan negara," sambungnya.

Di mata Jazuli, almarhum Gus Sholah termasuk tokoh yang memiliki kepedulian yang sangat tinggi kepada bangsa dan negara. Ia adalah tokoh panutan bangsa yang tak pernah memarginalkan pihak lain.

Di bidang pendidikan, lanjutnya, mantan anggota MPR RI itu juga sangat peduli, khususnya di pendidikan pesantren. Pikiran-pikirannya mewarisi cara pandang para ulama dan tokoh umat yang berkontribusi besar dalam kemerdekaan Indonesia.

"Pemikiran Gus Sholah sangat mencerahkan dan membimbing umat mewarisi Indonesia yang diperjuangkan oleh para ulama agar tetap kokoh dan bersatu dalam keberagaman dan kemajuan. Nasihat dan pemikiran beliau bahkan menjadi rujukan dalam merumuskan program-program Fraksi PKS di DPR sehingga semakin kokoh dalam berkhidmat untuk rakyat dan umat," tegasnya.

"Selamat jalan Kiai, Allahummaghfirlahu warhamhu waafiihi wa'fuanhu. Kami bersaksi beliau min ahlil khoir, insya Allah husnul khotimah," tandasnya.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Koreksi Tata-Kelola MBG: Ekspektasi Publik dan Komitmen Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:56

Bank Dunia Soroti Penyusutan Jumlah Pekerja Kelas Menengah RI

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:30

Literasi Perpajakan Diharapkan jadi Jantung Kepercayaan Masyarakat

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:04

Menkomdigi: Aksi Damai dan Ruang Digital Sehat Harus Dijaga

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:40

Pesan Arief Budiman di Balik #SellIndonesia Lawan #SellSingapura

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:20

MUI Dorong Fatwa Perlindungan Al-Quds dari Upaya Yahudinisasi Israel

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:05

Pembelaan Terakhir John Field Cs: Kami Tidak Lari dan Hilangkan Bukti

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:41

Legislator PDIP Sebut Kenaikan BBM Ancam Daya Beli Kelas Menengah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:14

Golkar: Mahasiswa Punya Hak untuk Menyampaikan Pendapat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:52

Gagalkan Peredaran Ribuan Pil Terlarang, Satu Pengedar Ditangkap di Blora

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:27

Selengkapnya