Berita

Ilustrasi/net

Politik

Waspada Kebocoran Data, RUU Perlindungan Data Harus Disegerakan

MINGGU, 02 FEBRUARI 2020 | 20:26 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Kasus pemalsuan data simcard hingga berujung pada pembobolan rekening Bank yang menimpa wartawan senior, Ilham Bintang merupakan ancaman yang sangat serius.

Untuk itu Founder Indonesia Cyber Security Forum (ICFS), Ardi Sutedja, mendorong agar Rancangan Undang  Undang Perlindungan Data Pribadi segera dibahas oleh DPR.

"Surat pengantar Presiden sudah keluar dari minggu lalu sekarang tinggal menunggu proses politik di DPR. Artinya tinggal menunggu agenda pembahasannya di komisi I," ungkapnya saat dihubungi Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (2/2).


Terkait dengan kerja sama antara Dukcapil dengan pihak ketiga, Ardi menjelaskan,  saat ini sudah ada lebih 1,350 perjanjian yang meliputi sektor industri keuangan dan industri keuangan non bank.

Namun hampir semua perjanjian dan bentuk kerja-sama tersebut tidak pernah transparan dan terbuka kepada publik. Padahal, lanjutnya yang dikerjasamakan adalah data-data kependudukan masyarakat Indonesia.

Saat ini pun, teman-teman Dukcapil sepertinya sedang berusaha meyakinkan publik terkait keamanan perlindungan data yang mereka kelola.

"Namun sulit rasanya publik untuk diyakinkan mengingat kebocoran data sudah pasti akan terjadi," tegas Ardi.

Hal itu disampaikan Ardi mengingat di berbagai belahan dunia mana pun, yang memiliki sistim pertahanan siber canggih dan menghabiskan biaya ratusan juta dollar, bahkan tidak mampu menangkal kebocoran data yang kerap terjadi hampir setiap harinya.

Kalau mereka nanti sudah klaim memiliki standar sertifikasi keamanan inipun, sekali lagi Ardi menegaskan  tidak bisa menjamin 100% bahwasanya sistemnya aman dan foolproof.

Hal lain yang harus diingat bahwa teknologi pengamanan data, hampir semua industri memiliki ketergantungan terhadap teknologi dari pihak ketiga yang sudah jelas akan gencar berjualan.

"Namun pokoknya bukan disitu tapi apakah kita memiliki SDM yang mumpuni?," pungkas Ardi.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Duel Panas Timnas Indonesia Vs Malaysia, Ini Rekor Statistiknya

Minggu, 27 September 2026 | 02:22

Tak Peduli Teman, Prabowo Tegas Sikat Pencuri Duit Negara

Minggu, 27 September 2026 | 02:02

Di Balik Kemudahan QRIS, Merchant Tetap Wajib Terima Tunai

Minggu, 27 September 2026 | 01:46

Gugatan Denny Indrayana Cs Untungkan Seluruh Parpol di DPR

Minggu, 27 September 2026 | 01:20

Pemerintah Jangan Pukul Rata Evaluasi IUP

Minggu, 27 September 2026 | 01:07

Emas Rahmat Bawa Indonesia Lompat ke Posisi 14

Minggu, 27 September 2026 | 00:35

Kowani Apresiasi Penegasan Menteri Hukum soal SK Kepengurusan

Minggu, 27 September 2026 | 00:17

Rahmat Erwin Abdullah Persembahkan Emas Kedua Indonesia

Minggu, 27 September 2026 | 00:05

Bhayangkari Salurkan 6 Ribu Paket Sembako untuk Warga Aceh

Sabtu, 26 September 2026 | 23:49

Wamenag Protes Keras Pembebasan Bersyarat Bechi Pemerkosa Santriwati

Sabtu, 26 September 2026 | 23:20

Selengkapnya