Berita

Peneliti Perludem, Usep Hasan Sadikin/RMOL

Politik

Ini Catatan Evaluasi Perludem Terkait Penyelenggaraan Pemilu Serentak 2019

MINGGU, 02 FEBRUARI 2020 | 19:54 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) memetakan banyak masalah dari penyelenggaraan Pemilihan Umum (pemilu) serentak pada 2019. Sumber masalah yang terjadi ialah permasalahan manajemen yang berasal dari sistem dan manajemen.

Peneliti Perludem, Usep Hasan Sadikin mengatakan, sejumlah masalah itu diakibatkan dari sistem manajerial Pemilu serta diakibatkan desain pemilu yang buruk.

Menurut Usep, sejumlah permasalahan itu tidak diantisipasi dan termaktub dalam UU 7/2017 tentang Pemilihan Umum.


"Sehingga sistem pemilu yang dipilih tak menyertakan bentuk manajemen Pemilu secara konkret dan rinci yang memungkinkan buruknya tak diantisipasi," ucap Usep saat peluncuran buku Perludem yang berjudul "Evaluasi Pemilu Serentak 2019: Dari Sistem ke Manajemen Pemilu" di D'Hotel, Jakarta Selatan, Minggu (2/2).

Persoalan manajemen yang diakibatkan dari masalah sistem terdapat tiga permasalahan. Pertama, terkait penggabungan Pemilu DPR dan Pemilu DPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota yang mengakibatkan pecahnya konsentrasi kepentingan nasional dan lokal.

"Kedua, daerah pemilihan umum yang amat besar sehingga membuat kepesertaan Pemilu riuh dan membingungkan," katanya.

Ketiga, dipertahankannya ambang batas pencalonan presiden berdasar kepemilikan kursi atau suara dari Pemilu sebelumnya. Sehingga memunculkan polarisasi massa menyertakan psikologis negatif melalui hoaks, fake news bahkan kriminalisasi.

"Semua masalah ini yang membuat Pemilu Indonesia bersifat unmanageable secara sistematik," tegasnya.

Usep menjelaskan, akibat dari masalah yang bersumber dari murni manajemen, terdapat empat masalah yang dicatat. Pertama rekruitmen petugas Tempat Pemungutan suara (TPS) yang tidak dioptimalkan KPU untuk banyak melibatkan warga muda dengan bimbingan teknis yang cukup.

Kedua, simulasi pemungutan dan penghitungan suara di TPS yang lebih menekankan layanan kepada pemilih. Sehingga, aspek kualitas dan stamina petugas TPS terabaikan.

"Ketiga, paradigma manajemen Pemilu yang sentralistik dalam penanganan sengketa Pemilu dan pengadaan logistik yang kurang mempertimbangkan konsekuensi teknis sehingga membebani petugas lapangan," jelasnya.

Terakhir kata Usep, penerapan teknologi Pemilu yang bersifat manyak khususnya sistem informasi partai politik dan sistem informasi penghitungan suara yang mengakibatkan turunnya kualitas Pemilu Indonesia yang transparan dan akuntabel.


Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Langgar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

UPDATE

Komisi XIII DPR Soroti Perlindungan Hukum Pelaku Usaha yang Tabrak Aturan

Senin, 29 Juni 2026 | 12:22

Ketika Jalanan Pindah ke Dalam Genggaman

Senin, 29 Juni 2026 | 12:07

Gaya Komunikasi Presiden Prabowo Berisiko Menenggelamkan Kinerja Pemerintah

Senin, 29 Juni 2026 | 12:01

KPK Periksa Saksi Swasta dalam Kasus Gratifikasi Produksi Batu Bara di Kukar

Senin, 29 Juni 2026 | 11:54

Harga Bapok Kompak Anjlok, Telur Ayam Turun Jadi Rp28.850/Kg

Senin, 29 Juni 2026 | 11:32

Kasus YTR Jadi Alarm, Garnita NasDem Minta Negara Perkuat Perlindungan Perempuan

Senin, 29 Juni 2026 | 11:15

Safari Politik Jokowi Dibungkus Ritual Adat untuk Dongkrak Publisitas PSI

Senin, 29 Juni 2026 | 11:13

Petugas Haji Masih Bersiaga hingga Kepulangan Kloter Terakhir

Senin, 29 Juni 2026 | 11:07

Kenaikan Beruntun CPO Malaysia Didorong Sentimen Minyak Global

Senin, 29 Juni 2026 | 10:57

Prabowo Ingatkan Ancaman AI, Akademisi Diminta Antisipasi Dampaknya

Senin, 29 Juni 2026 | 10:52

Selengkapnya