Berita

Susilo Bambang Yudhoyono/Net

Politik

SBY Tersinggung Kasus Jiwasraya, Jerry Massie: Kalau Enggak Salah, Stay Cool Saja

MINGGU, 02 FEBRUARI 2020 | 17:38 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Presiden keenam Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dinilai terlalu sensitif dengan pernyataan Presiden Joko Widodo yang menyebut kasus Jiwasraya telah muncul pada tahun 2006. SBY bahkan bereaksi dengan menulis tulisan panjang yang beredar ke awak media dan media sosialnya.

Menurut Direktur Ekskutif Political and Public Policy Studies (P3S) Jerry Massie, sikap SBY tersebut jauh berbeda dengan sikap mantan presiden lainnya yang lebih tegas.

“Bagi saya jika Pak SBY dibandingkan dengan presiden lainnya Pak SBY sedikit emosional ketika barangkali mengaitkan suatu hal,” ucap Jerry di acara Crosscheck, Jalan Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Minggu (2/2).


SBY dianggap tersinggung dengan pernyataan pemerintah yang menyebut kasus Jiwasraya muncul sejak tahun 2006 di mana tahun tersebut merupakan tahun pemerintahan Ketua Umum Partai Demokrat itu.

Jerry mengatakan, SBY terlalu sensitif, padahal pemerintah tidak menyebut secara spesifik di zaman pemerintahan siapa kasus dugaan megakorupsi itu bergulir.

“Ini belum terlalu gamblang, mereka baru bilang 2006 tidak merujuk pada seseorang. Memang waktu 2006 itu ada pemerintahan dia, kecuali kalau bilang begini Presiden SBY dengan menyebut nama dan menyebut apa. Kalau enggak bersalah diam aja, stay cool aja, keep silent,” katanya.

“Kalau saya presiden, dituduh atau difitnah, kalau saya tidak melakukan kenapa harus ada reaksi emosional,” tambahnya.

Pihaknya meminta SBY jangan terlalu mengedepankan sisi feminin agar tidak disebut baper oleh masyarakat.

“Pemimpin jangan terlalu sensitif juga, karena  kan ada maskulin dan feminin, pemimpin harus maskulin jantan jangan sampai jiwa feminisme itu muncul. Bukan menganggap feminin, tapi gayanya beliau barangkali lebih ke perasaan,” tandasnya.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Langgar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

UPDATE

Komisi XIII DPR Soroti Perlindungan Hukum Pelaku Usaha yang Tabrak Aturan

Senin, 29 Juni 2026 | 12:22

Ketika Jalanan Pindah ke Dalam Genggaman

Senin, 29 Juni 2026 | 12:07

Gaya Komunikasi Presiden Prabowo Berisiko Menenggelamkan Kinerja Pemerintah

Senin, 29 Juni 2026 | 12:01

KPK Periksa Saksi Swasta dalam Kasus Gratifikasi Produksi Batu Bara di Kukar

Senin, 29 Juni 2026 | 11:54

Harga Bapok Kompak Anjlok, Telur Ayam Turun Jadi Rp28.850/Kg

Senin, 29 Juni 2026 | 11:32

Kasus YTR Jadi Alarm, Garnita NasDem Minta Negara Perkuat Perlindungan Perempuan

Senin, 29 Juni 2026 | 11:15

Safari Politik Jokowi Dibungkus Ritual Adat untuk Dongkrak Publisitas PSI

Senin, 29 Juni 2026 | 11:13

Petugas Haji Masih Bersiaga hingga Kepulangan Kloter Terakhir

Senin, 29 Juni 2026 | 11:07

Kenaikan Beruntun CPO Malaysia Didorong Sentimen Minyak Global

Senin, 29 Juni 2026 | 10:57

Prabowo Ingatkan Ancaman AI, Akademisi Diminta Antisipasi Dampaknya

Senin, 29 Juni 2026 | 10:52

Selengkapnya