Berita

Cristina Aryani/Net

Politik

Percaya Pada Pemerintah, DPR: Natuna Dipilih Sesuai Standar Observasi WHO

SABTU, 01 FEBRUARI 2020 | 22:21 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Pemerintah Indonesia akhirnya menjemput untuk evakuasi WNI yang tinggal di Kota Wuhan, China seiring wabah virus novel corona.

Sebanyak 245 WNI dijempun dengan pesawat milik maskapai Batik Air dengan pengawalan 30 tim medis saat berangkat dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta, siang tadi.

Sebelum kembali pada keluarga masing-masing, para WNI tersebut akan transit untuk diobservasi kondisi kesehatannya di Natuna, Kepulauan Riau.


Walaupun, rencana observasi tersebut ditentang masyarakat Natuna yang khawatir terjangkit virus corona.

Soal penolakan masyarakat itu, Anggota Komisi I Christina Aryani meminta masyarakat di Natuna untuk tetap percaya pada keputusan pemerintah.

"Masyarakat terutama yang ada di Natuna kami himbau agar tetap tenang dan percayakan sepenuhnya pada pemerintah bisa melakukan proses transit observasi ini secara profesional," ujar Christina kepada wartawan, Sabtu (1/2).

"Masyarakat perlu disampaikan juga bahwa yang dievakuasi ini adalah WNI yang semuanya sehat," katanya menambahkan.

Dikatakan politisi Partai Golkar ini, pemilihan Natuna sebagai tempat observasi sudah sesuai dengan standar kesehatan badan PBB, yakni WHO.

"Observasi oleh pemerintah tentu kami lihat sudah melalui proses kajian mendalam sesuai standard yang ditentukan dalam hal ini oleh WHO," pungkasnya.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Langgar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

UPDATE

Komisi XIII DPR Soroti Perlindungan Hukum Pelaku Usaha yang Tabrak Aturan

Senin, 29 Juni 2026 | 12:22

Ketika Jalanan Pindah ke Dalam Genggaman

Senin, 29 Juni 2026 | 12:07

Gaya Komunikasi Presiden Prabowo Berisiko Menenggelamkan Kinerja Pemerintah

Senin, 29 Juni 2026 | 12:01

KPK Periksa Saksi Swasta dalam Kasus Gratifikasi Produksi Batu Bara di Kukar

Senin, 29 Juni 2026 | 11:54

Harga Bapok Kompak Anjlok, Telur Ayam Turun Jadi Rp28.850/Kg

Senin, 29 Juni 2026 | 11:32

Kasus YTR Jadi Alarm, Garnita NasDem Minta Negara Perkuat Perlindungan Perempuan

Senin, 29 Juni 2026 | 11:15

Safari Politik Jokowi Dibungkus Ritual Adat untuk Dongkrak Publisitas PSI

Senin, 29 Juni 2026 | 11:13

Petugas Haji Masih Bersiaga hingga Kepulangan Kloter Terakhir

Senin, 29 Juni 2026 | 11:07

Kenaikan Beruntun CPO Malaysia Didorong Sentimen Minyak Global

Senin, 29 Juni 2026 | 10:57

Prabowo Ingatkan Ancaman AI, Akademisi Diminta Antisipasi Dampaknya

Senin, 29 Juni 2026 | 10:52

Selengkapnya