Berita

Presiden King of The King/Net

Nusantara

Harta Triliunan King Of The King Buat Lunasi Hutang Indonesia Dan Beli Alutsista, Presidennya Ngontrak Rumah Di Sukamaju

SABTU, 01 FEBRUARI 2020 | 16:53 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Polisi masih menyelidiki kasus penipuan 'investasi' di Kalimantan Timur (Kaltim) dan keterlibatan Presiden King of The King Dony Pedro.
Puluhan orang telah tertipu oleh kaki tangan Dony Pedro yang kini telah berstatus tersangka.

"Kami sedang mengecek transaksi transfer duit pembayaran simpatisan. Dari situ pengembangan ke Dony Pedro," ujar Kasat Reskrim Polres Kutai Timur AKP Ferry Putra Samodra, Sabtu (1/2/).

Diketahui tersangka BU dan Z, anak buah Dony Pedro yang mengaku-aku Presiden Kerajaan King of The King, telah merekrut 93 orang di Kaltim yang tersebar di beberapa wilayah di Samarinda, Berau, Kutai Timur. Sejumlah 93 itu ditarik sebagai anggota dan masing-masing diwajibkan membayar Rp 1,75 juta.

Diketahui tersangka BU dan Z, anak buah Dony Pedro yang mengaku-aku Presiden Kerajaan King of The King, telah merekrut 93 orang di Kaltim yang tersebar di beberapa wilayah di Samarinda, Berau, Kutai Timur. Sejumlah 93 itu ditarik sebagai anggota dan masing-masing diwajibkan membayar Rp 1,75 juta.

"Masih kita dalami jumlah yang ditampung koordinator (tersangka BU dan Z). Mereka mengaku semua uang simpatisan disetorkan ke Dony Pedro," sambung AKP Ferry.

Sosok Dony Pedro mendadak fenomenal. Dia tiba-tiba muncul dan mengaku sebagai orang nomor satu di Kerajaan King Of The King. Kisahnya ini mirip seperti Sunda Empire. Sunda Empire sendiri telah diamankan kepolisian.

Dony mengaku sebagai pemimpin kelompok Indonesia Mercusuar Dunia (IMD) yang mengeluarkan berbagai klaim kontroversial. Di antaranya, mengaku sebagai anak dari Presiden Soekarno.

Pasca penipuan yang dilakukan berbagai kelompok kerajaan baru macam  Keraton Agung Sejagat, lalu Sunda Empire, kini masyarakat bisa membaca ke mana arah tujuan kelompok King of The King ini. Walau begitu, King of The King telah memiliki banyak anggota yang tersebar di beberapa wilayah.

Heboh kelompok ini pertama kali muncul sebagai 'Kerajaan' King of The King di Kota Tangerang.

Kerajaan ini mewarisi puluhan ribu triliyun rupiah aset Presiden Pertama RI, Soekarno.

Diklaim, King of The King menduduki dua lembaga keuangan tertinggi dunia. Pertama adalah UBS atau Union Bank Switzerland dan IMD (Indonesia Mercusuar Dunia).

Lalu siapa sebenarnya Dony Pedro yang membuat heboh jagat raya ini?
Dirangkum dari berbagai sumber, seru juga petualangan Presiden King of The King ini.

Dony Pedro pernah mengklaim dirinya sebagai anak Soekarno di awal-awal kemunculannya.

"Saya ini anaknyalah, bagaimana kamu ini," jawab Donny Pedro saat ditanya wartawan.  Ia mengambil selembar foto yang menunjukan potret seorang perempuan dan dua orang laki-laki.

Dony mengaku bahwa tiga orang tersebut adalah anak Bung Karno "yang asli"."Ini anak-anak Soekarno yang sebenarnya," ungkapnya.

Di rumahnya, nampak terpajang beberapa foto presiden pertama RI itu.

Dony juga mengaku memiliki banyak uang. Berdasarkan sertifikat "Penguasa ALam Jagat Raya", Dony mengklaim kekayaannya tidak terbatas.

Sertifikat itu dilengkapi dengan berbagai tempelan gambar. Mulai dari keris, simbol-simbol, seorang wanita berpakaian oriental hingga sebuah materai Rp6.000 yang ditandatangani olehnya.

Dalam sertifikat itu, dana yang dimiliki tertulis "Dana hibah Allah SWT" yang diamanahkan kepada Bung Karno. Besarnya dana tersebut ditulis dalam satuan "mega lakse". Angka yang tertera sebesar 32 dengan nol sebanyak 21 buah.

Dengan kekayaannya yang sebanyak itulah Dony Pedro mengklaim mampu melunasi utang-utang Indonesia serta menggaji orang-orang. Tiap orang ia gaji sebesar Rp3 miliar.

Uangnya yang tidak habis-habis itu tersimpan di Bank Swiss. Dana itu akan dipakai untuk menyejahterakan rakyat Indonesia.

"Nanti akan dicairkan dan dibuka semua asetnya pada Maret 2020," ujar Juanda.

Dia mengatakan kekayaan tersebut nantinya akan diambil untuk tiga hal utama.

Pertama melunasi utang-utang luar negeri Indonesia, kedua membagikan kepada masyarakat Indonesia, dan ketiga untuk membeli alutsista (Alat Utama Sistem Senjata).

Pernyataan-pernyataan itu membuat heboh. Banyak masyarakat yang menganggapnya sedang membual, tetapi banyak juga yang tertarik masuk sebagai anggota Kerajaan King of The King.

Polisi telah menyita dokumen palsu yang seolah-olah meyakinkan orang bahwa harta di Swiss benar-benar ada.

Dokumen atau sertifikat itu tertulis cap 'Union Bank of Switzerland'. Tulisan paling atas berbunyi 'Asset Induk Dunia C.01/505/103'. Dalam dokumen tipu-tipu itu tercantum nilai aset yang fantastis yaitu Rp 4.500.000.000.000.000,00.

Lewat dokumen itulah kaki tangan King of The King melakukan penipuan. Dengan menunjukkan asset yang tercantum dalam sertifikat, anggota mempercayai kerajaan bentukan Dony itu.
Sehingga bersedia menyetorkan daa sebagai kewajiban keanggotaan, yang dari setorannya itu djanjikan akan menerima gaji tiga miliar perorangnya.

Dony Pedro yang mengklaim sebagai presiden King of King, Presiden Bank UBS dan Presiden PBB, akhirnya diketahui tinggal di rumah kontrakan di Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Cibeunying Kidul, Kota Bandung.

Dony Pedro sesekali menyewa rumah kontrakan di sebelah tempat tinggalnya untuk dijadikan markas pusat berkumpulnya pengikut King of The King.

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Fuad Hasan Punya Peran Sentral Skandal Korupsi Kuota Haji

Kamis, 09 April 2026 | 16:31

UPDATE

Analis Ungkap 3 Faktor Penentu Reshuffle Kabinet di Era Prabowo Subianto.

Sabtu, 18 April 2026 | 09:43

Harga BBM Non Subsidi Naik, Perrtamax dan Dexlite Nyaris Rp24 Ribu per Liter

Sabtu, 18 April 2026 | 09:18

Menuju Kuartal II-2026: Sektor Furnitur Siap Ambil Alih Kendali Pertumbuhan

Sabtu, 18 April 2026 | 09:08

Harga Emas dan Perak Kompak Menguat di Penutupan Pekan

Sabtu, 18 April 2026 | 08:47

Trump Kembali Kecam NATO, Tegaskan AS Tak Butuh Bantuan di Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 08:30

Harga Minyak Anjlok setelah Hormuz Dibuka

Sabtu, 18 April 2026 | 08:17

Wall Street Hijau: Nasdaq Terbang Tinggi

Sabtu, 18 April 2026 | 08:03

Sempat Viral, Ini Fakta di Balik Visual Balita pada Kemasan AMDK

Sabtu, 18 April 2026 | 07:55

Bursa Eropa Menghijau Efek Pembukaan Kembali Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 07:41

Hormuz Dibuka tapi AS Tetap Menekan Iran

Sabtu, 18 April 2026 | 07:18

Selengkapnya