Berita

Batik Air/Net

Politik

Evakuasi WNI Di Wuhan Pakai Batik Air, Kemana Garuda Indonesia?

SABTU, 01 FEBRUARI 2020 | 16:06 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Keberadaan maskapai penerbangan milik negara, Garuda Indonesia dalam mendukung proses evakuasi Warga Negara Indonesia (WNI) yang terisolir di Kota Wuhan China akibat wabah virus Corona dipertanyakan.

Pasalnya, rombongan tim evakuasi WNI ke Wuhan yang dipimpin langsung oleh Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Menteri Kesehatan dr Terawan itu terbang menggunakan maskapai Batik Air, grup Lion Airlines.

Pertanyaan itu datang dari Politisi Partai Demokrat Roy Suryo melalui cuitan di akun twitter pribadinya, Sabtu (1/2).


Roy menyayangkan Garuda Indonesia, maskapai penerbangan nomor satu di Indonesia itu absen dalam upaya penyelamatan WNI di Wuhan.

"Meski sangat berterimakasih kepada manajemen Lion Air yang sudah mendukung Tim Evakuasi WNI dari Wuhan dengan Pesawat Airbus A 330-300-nya, tetapi tidak salah jika ada pertanyaan-pertanyaan. Kemana National Flagship Airlines kita @IndonesiaGaruda?," kata Roy dalam cuitannya.

Roy menyindir pesawat Garuda yang notabene pesawat andalan nomor satu dalam penerbangan yang dimiliki Indonesia justru absen dalam momen penting tersebut.

Mantan Menpora era Presiden SBY, bertanya apakah absennya Garuda Indonesia karena masih sibuk mengurusi peroalan internalnya pasca kasus dugaan penyelundupan Harley Davidson dan speda lipat Brompton.

"@IndonesiaGaruda masih sibuk soal HD (Harley Davidson), Brompton & Kasus-kasusnya?," tukas Roy.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Langgar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

UPDATE

Komisi XIII DPR Soroti Perlindungan Hukum Pelaku Usaha yang Tabrak Aturan

Senin, 29 Juni 2026 | 12:22

Ketika Jalanan Pindah ke Dalam Genggaman

Senin, 29 Juni 2026 | 12:07

Gaya Komunikasi Presiden Prabowo Berisiko Menenggelamkan Kinerja Pemerintah

Senin, 29 Juni 2026 | 12:01

KPK Periksa Saksi Swasta dalam Kasus Gratifikasi Produksi Batu Bara di Kukar

Senin, 29 Juni 2026 | 11:54

Harga Bapok Kompak Anjlok, Telur Ayam Turun Jadi Rp28.850/Kg

Senin, 29 Juni 2026 | 11:32

Kasus YTR Jadi Alarm, Garnita NasDem Minta Negara Perkuat Perlindungan Perempuan

Senin, 29 Juni 2026 | 11:15

Safari Politik Jokowi Dibungkus Ritual Adat untuk Dongkrak Publisitas PSI

Senin, 29 Juni 2026 | 11:13

Petugas Haji Masih Bersiaga hingga Kepulangan Kloter Terakhir

Senin, 29 Juni 2026 | 11:07

Kenaikan Beruntun CPO Malaysia Didorong Sentimen Minyak Global

Senin, 29 Juni 2026 | 10:57

Prabowo Ingatkan Ancaman AI, Akademisi Diminta Antisipasi Dampaknya

Senin, 29 Juni 2026 | 10:52

Selengkapnya