Berita

Presiden KSPN Ristadi/RMOL

Politik

Buruh Ancam Mogok Massal Jika RUU Omnibus Law Cilaka Tetap Disahkan

SABTU, 01 FEBRUARI 2020 | 15:17 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Konfederasi Serikat Pekerja Nasional (KSPN) mengancam akan melakukan aksi mogok massal jika Rancangan Undang-undang (RUU) Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja (Cilaka) disahkan dan merugikan buruh.

Penegasan itu disampaikan Presiden KSPN Ristadi, kepada wartawan seusai mengisi acara serial diskusi Polemik Trijaya, di Kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (1/2).

"Kalau nanti diputuskan, merugikan buruh kelihatannya, pasti desakan untuk aksi pasti terjadi. Ya mogok massal," tegasnya.


Ristadi menjelaskan, isi draft RUU Omnibus Law Cilaka dinilai merugikan para buruh, terutama soal penerapan upah per jam yang berpotensi menghapus upah minimum pekerja (UMP).

"Itu yang akhirnya ditafsirkan oleh kami kan serikat pekerja," kata Ristadi.

Menurut Ristadi, pihaknya menyesalkan pemerintah dalam menjelaskan RUU Omnibus Law Cilaka sebatas hal-hal yang dipermukaan soal investasi semata. Padahal, hingga saat ini draft RUU Omnibus Law Cilaka itu belum diterima oleh DPR.

"Pemerintah juga seperti yang terjadi kemarin kita baru ketemu ngobrol soal omnibus law itu hanya kulit-kulitnya saja, soal peningkatan investasi untuk menumbuhkan dunia usaha menyerap pengangguran. Kami tidak keberatan," pungkasnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

DPR Tak Setuju Skema War Tiket Haji Meski Masih Wacana

Minggu, 12 April 2026 | 14:01

PM Carney Tegas Akhiri Ketergantungan Militer Kanada pada AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:52

Pemerintah Tak Perlu Reaktif Respons Usulan JK

Minggu, 12 April 2026 | 13:40

Pembicaraan Damai di Pakistan Gagal Capai Kesepakatan, GREAT Institute: Buah dari Inkonsistensi AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:34

Pengawasan Kasus Hukum oleh DPR Bukan Intervensi

Minggu, 12 April 2026 | 13:11

Negosiasi 21 Jam Gagal, Iran Sebut Tuntutan AS Tak Masuk Akal

Minggu, 12 April 2026 | 13:08

Perundingan Damai Iran dan AS Berakhir Tanpa Hasil

Minggu, 12 April 2026 | 12:26

Hasan Nasbi Sebut Pernyataan Saiful Mujani Ajakan Jatuhkan Pemerintah

Minggu, 12 April 2026 | 12:23

Prabowo Harus Singkirkan Menteri Titipan Era Jokowi

Minggu, 12 April 2026 | 12:15

Seluruh Elemen Pemerintahan Jangan Menunda Kepindahan ke IKN

Minggu, 12 April 2026 | 12:01

Selengkapnya