Berita

Menteri Kesehatan RI Terawan Agus Putranto/Net

Kesehatan

Kemenkes Ganti Diksi "Karantina" Jadi "Observasi WNI Sehat", Begini Mekanismenya

SABTU, 01 FEBRUARI 2020 | 14:32 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Implementasi rencana evakuasi Warga Negara Indonesia di Provinsi Hubei, China akhirnya dilaksanakan pemerintah hari ini. Pasalnya pada Jumat malam kemarin (31/1), Kementerian Kesehatan telah selesai mematangkan mekanisme karantina WNI yang akan digelar di Indonesia.

Dalam catatan laporan rapat final koordinasi Kemenkes yang diterima Kantor Berita Politik RMOL hari ini, disebutkan bahwa Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto memerintahkan agar diksi "karantina" diganti dengan "observasi WNI sehat".

Pergantian diksi ini dilakukan karena, tim evakuasi nantinya hanya memastikan kesehatan 250 WNI yang akan dievakuasi menggunakan 1 unit C-130 Short body dan 2 Unit Boeing dari maskapai Batik Air.


Dalam catatan ini, disebutkan pula mekanisme evakuasi yang akan dilakukan tim dengan metodelogi keamanan yang tinggi. Misalnya saja, proses penjemputan WNI di bandara Wuhan, disebutkan tidak perlu keluar pesawat. Kalau pun diperlukan, tim evakuasi wajib menggunakan alat pelindung diri (APD).

Kemudian untuk tahap boarding pesawat, WNI hanya diperbolehkan masuk dan keluar dari pintu belakang pesawat. Hal ini dilakukan untuk memastikan kesehatan crew pesawat yang bertugas tidak terinfeksi penyebaran virus corona. Sebab menurut Kemenkes, crew pesawat merupakan aset yang harus dilindungi.

Adapun untuk memastikan kesehatan para crew pesawat, Menkes meminta bantuan dari Koopssus TNI untuk bertugas membantu pramugari menyajikan makanan bagi WNI di pesawat. Dengan cara itu, otimatis kesehatan crew pesawat bisa dijamin dengan tidak melakukan kontak langsung.

Dalam proses pelayanan WNI di pesawat, Koopssus TNI tidak perlu menggunakan ADP. Melainkan cukup mengenakan masker N95.

Lebih lanjut, catatan ini juga menjelaskan mekanisme observasi kesehatan yang akan dilakukan di Natuna, Kepulauan Riau. Dimana, observasi kesehatan untuk crew pesawat akan digelar selama 2-3 hari setelah sampai di lokasi. Sementara untuk observasi kesehatan bagi WNI, akan digelar selama 14 hari.

Demi memenuhi target waktu tersebut, Kemenkes akan menyediakan 1.000 tempat observasi kesehatan dengan keadaan yang layak.

Sebagai informasi, jumlah WNI yang akan dievakuasi adalah 250 orang. Jumkah tersebut terdiri dari 101 orang laki-laki dan 149 orang perempuan. Adapun komposisi dari total jumlah penumpang ialah, 247 orang sudah dewasa dan 3 orang masih berusian anak-anak.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

BKSAP DPR Dukung Menlu Arrmanatha Perkuat Diplomasi Bebas Aktif

Minggu, 04 Oktober 2026 | 14:26

Korea Utara Uji Coba Rudal Berteknologi AI, Terbang Sejauh 1.000 Km

Minggu, 04 Oktober 2026 | 14:10

Kuota Internet Kok Masih Hangus? Ini Penjelasan Komdigi

Minggu, 04 Oktober 2026 | 14:01

Banggar DPR Tekankan Disiplin Fiskal di Tengah Belanja Negara Rp4.106 Triliun

Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:53

RUU Migas Ditargetkan Rampung 22 Oktober, DPR Ingatkan Pembahasan Harus Cermat

Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:13

Kemenko PM Dorong Kolaborasi Dunia Usaha untuk Pertumbuhan Ekonomi Inklusif

Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:09

Rangkap Jabatan Bahlil Harus Dimaksimalkan untuk Selaraskan Kebijakan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:05

KPK Ungkap Ada Setoran dari Kantah ke Tingkat Pusat ATR/BPN

Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:36

Sequis Life Digugat Rp1,27 Miliar ke PN Jakarta Selatan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:28

AS Usir Dua Delegasi Iran Setelah Sidang Umum PBB

Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:17

Selengkapnya