Berita

Sekretaris Jenderal PMI, Sudirman Said/RMOL

Kesehatan

Antisipasi Penyebaran Virus Corona di Indonesia, Tim PMI Siaga Di 34 Provinsi

SABTU, 01 FEBRUARI 2020 | 13:42 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Sejumlah otoritas dalam negeri tengah mengantisipasi dampak penyebaran virus corona yang berasal dari China. Begitu juga Palang Merah Indonesia (PMI) yang tengah menyiagakan personelnya di 34 Provinsi di Indonesia.

Hal ini disampaikan Sekretaris Jenderal PMI Sudirman Said dalam diskusi Smart FM bertajuk "Bagaimana Kita Menghadapi Virus Corona", yang digelar di The MAJ, Jalan Asia Afrika, Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (1/2).

"Kemanapun warga kita akan diarahkan, relawan setempat akan memberikan dukungan," ujar Sudirman.


Meskipun jumlah personel yang dikerahkan belum dapat dipastikan, Sudirman mengaku kalau pihaknya berkomitmen untuk membentuk tim antisipatif wabah virus corona. Yang mana diterapkan pola pengawasan bagi WNI ataupun WNA yang akan masuk ke Indonesia.

"Yang pasti PMI di seluruh daerah, terutama di kota-kota yang berisiko sebagai perlintasan antar negara, terus meningkatkan kesiagaan,” jelasnya.

Lanjut mantan Menteri ESDM ini, terkait rencana evakuasi WNI dari Provinsi Hubei, China, PMI telah siap memberikan dukungan maksimal untuk proses karantina.

Tak hanya itu, pola koordinasi bersama Federasi Palang Merah Internasional (IFRC) yang beranggotakan Perhimpunan Nasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah di seluruh dunia, akan terus ditingkatkan. Hal ini dilakukan guna memantau dengan ketat perkembangan situasi pandemik virus corona.

Dikatakan Sudirman, pada Jumat (31/1) para Sekjen Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah dari 52 negara melakukan konferensi daring untuk mendiskusikan perkembangan terkini dan menyusun langkah bersama mengantisipasi meluasnya penyebaran virus Corona.

“Pekan depan juga akan dilaksanakan pertemuan dengan PMI Cabang yang memiliki risiko paling tinggi bagi penyebaran virus corona”, pungkasnya.

Populer

Malaysia Jadi Negara Pertama yang Keluar dari Perjanjian Dagang AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:18

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Pemudik Sebaiknya Perhatikan Enam Pesan Ini

Minggu, 15 Maret 2026 | 03:11

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Rismon Dituding Bohong soal Ijazah Jokowi

Minggu, 15 Maret 2026 | 05:04

UPDATE

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

Lima Destinasi Wisata di Bogor Bisa Jadi Alternatif Nikmati Libur Lebaran

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:02

Program Mudik Gratis Presisi 2026 Cermin Nyata Transformasi Polri

Rabu, 25 Maret 2026 | 05:51

Negara-negara Teluk Alergi Iran

Rabu, 25 Maret 2026 | 05:37

Jika Rakyat Tak Marah, Roy Suryo Cs sudah Lama Ditahan

Rabu, 25 Maret 2026 | 05:13

Gegara Yaqut, KPK Tak Tahan Digempur +62 Siang Malam

Rabu, 25 Maret 2026 | 04:23

Waspada Kemarau Panjang Landa Jawa Barat

Rabu, 25 Maret 2026 | 04:15

KPK Ikut Ganggu Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 04:01

Elektrifikasi Total

Rabu, 25 Maret 2026 | 03:37

Kasus Penahanan Yaqut Jadi Kemunduran Penegakan Hukum

Rabu, 25 Maret 2026 | 03:18

Selengkapnya