Berita

Kepala Seksi Surveilans Imunisasi Dinkes Jabar Luqman Yanuar Rachman/RMOLJabar

Kesehatan

Wajar Kalau Masyarakat Panik Soal Virus Corona

SABTU, 01 FEBRUARI 2020 | 04:41 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Kabar mengenai wabah virus corona yang belakangan ramai membuat masyarakat Indonesia was-was. Sebab wabah tersebut kini telah menyebar ke sejumlah negara.

Melihat kondisi ini, Kepala Seksi Surveilans Imunisasi Dinkes Jabar, Luqman Yanuar Rachman menilai wajar dengan kepanikan masyarakat, khususnya di Kota Bandung.

“Ya wajar karena semua negara-negara juga bingung, mungkin rumah sakit juga bingung, karena kasusnya juga baru pertama. Mungkin mayarakat panik karena ketidaktahuannya tentang virus corona,” ucap Luqman dilansir Kantor Berita RMOLJabar, Jumat (31/01).


Luqman menyebut, saat ini ada empat pasien di Jawa Barat yang dalam status pengawasan dan tengah menjalani observasi di sejumlah rumah sakit.

“Totalnya ada empat orang dalam pengawasan. Dua pasien di RSHS (Rumah Sakit Hasan Sadikin), satu di Kabupaten Bogor, dan satu Kabupaten Cirebon di RSUD Waled,” jelasnya.

Namun demikian, Luqman mengatakan, dua orang yang dalam status pengawasan dan sempat dirawat di RSHS telah dinyatakan negatif dan satu di antaranya telah kembali pulang ke rumahnya.

“Untuk yang di RSHS itu satu orang sudah kembali ke rumah dan satu lagi ke rumah sakit yang merujuk ke RS Borromeus Bandung. Dua lagi sempat masuk rumah sakit dan sedang diperiksa hasil lab-nya dan semuanya dalam kondisi membaik,” ujarnya.

Di samping itu, saat ini sudah ada tim khusus corona yang akan melakukan pemantauan atau pengawasan terhadap pasien untuk mengetahui apakah perlu dirujuk atau tidak.

“Sebentulnya kalau tim corona Jabar itu dari teman-teman RS ada. Kami mengonsultasikan kalau ada kasus. Untuk ruang konsulnya kami pakai Grup WA konsultasi dokter supaya lebih mudah,” tandasnya.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Kapal-kapal yang Tertinggal

Sabtu, 09 Mei 2026 | 05:55

Teriakan ‘Bapak Aing’ Sambut Kirab Milangkala Tatar Sunda

Sabtu, 09 Mei 2026 | 05:36

Kebahagiaan Mahasiswa Baru

Sabtu, 09 Mei 2026 | 05:20

Pemerintah Mestinya Terbuka soal Harga Keekonomian BBM Bersubsidi

Sabtu, 09 Mei 2026 | 04:59

Nelayan Tradisional Soroti Tiga Isu Mendesak Masyarakat Pesisir

Sabtu, 09 Mei 2026 | 04:45

ASEAN dan Tantangan Ketahanan Energi Kawasan

Sabtu, 09 Mei 2026 | 04:25

Eks Wakapolda Sulsel Jabat Kapolda Sulteng

Sabtu, 09 Mei 2026 | 03:59

KIOTEC Kunjungi Korsel Perkuat Kapasitas SDM Kelautan

Sabtu, 09 Mei 2026 | 03:40

Meritokrasi dan Integritas dalam Promosi Perwira Tinggi TNI-Polri

Sabtu, 09 Mei 2026 | 03:28

Djaka Budi Utama Belum Tentu Bersalah dalam Kasus Suap Bea Cukai

Sabtu, 09 Mei 2026 | 02:59

Selengkapnya