Berita

KH Said Aqil di Harlah NU ke-94/Istimewa

Nusantara

Harlah Ke-94, KH Said Aqil Singgung Tiga Pilar Kemandirian NU

SABTU, 01 FEBRUARI 2020 | 04:26 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Nahdlatul Ulama (NU) kini telah memasuki usia ke-94.

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Said Aqil Siroj menekankan soal tiga embrio yang menjadi lanadasan utama berdirinya akar kemandirian NU.

Pertama yakni tahswirul afkar sebagai pergerakan di bidang dinamisasi pemikiran.


"Kemudian kedua, nahdlatut tujjar sebagai pergerakan di bidang revitalisasi ekonomi. Ketiga, nahdlatul wathan sebagai pergerakan di wilayah internalisasi ideologi ahlussunnah wal jamaah yang berwawasan kebangsaan dan nasionalisme," tutur KH Said saat memberikan sambutan dalam peringatan harlah ke-94 NU di Kantor PBNU, Kramat Raya, Jakarta Pusat, Jumat (31/1).

Ketiga embrio pergerakan ini, lanjutnya, juga menjadi landasan utama berdirinya Nahdlatul Ulama. Ditambah dengan pilar intelektual, ekonomi, dan nasionalismelah yang makin mengukuhkan bangunan NU.

"Pada tiga pilar ini, arah khittah kemandirian Nahdlatul Ulama dikukuhkan. Khittah asasiyyah yang akan menjadi penjaga tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)," tegasnya.

Dalam menghadapi persaingan global seperti saat ini, lanjut KH Said, beragam langkah revitalisasi untuk penguatan gerakan ekonomi nasional demi keadilan sosial juga perlu terus didorong dan diupayakan.

"Kebijakan-kebijakan jangka pendek yang bersifat afirmatif atau yang berdampak langsung pada pemberdayaan masyarakat masih perlu dilakukan," tandasnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya